SEMARANG — Ketua Aqsa Working Group Biro Jawa Tengah (Jateng), Reza Subasir, mengungkapkan, umat Islam akan menggelar mujahadah atau pengajian akbar di sekitar kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Hal itu merespons tetap berlanjutnya rencana konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 mendatang.
“Rencananya, apabila (konser Bocelli) ini dilanjutkan, ini kemarin ada informasi dari teman-teman Magelang, katanya akan mengadakan mujahadah di sana, di Borobudur juga. Jadi kayak pengajian akbar begitu,” ujar Reza ketika diwawancara saat berpartisipasi dalam unjuk rasa yang digelar Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina (FKMJTPP) di depan Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga
Merawat Jangkar Persatuan, Menempa Pemuda yang Patriotik, Tanggung dan Berempati di Era Polarasisasi
PSSI Cari Alternatif Uji Coba Timnas Indonesia di Luar Negeri
Rafael Struick Fokus Kerja Keras di Dewa United Usai Lama Absen dari Timnas Indonesia
Aksi demo oleh FKMJTPP diikuti ratusan orang dari beberapa organisasi serta lembaga Islam di Semarang dan sekitarnya. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak agar izin konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur dicabut.
Reza mengungkapkan, terkait rencana perhelatan pengajian akbar di Magelang untuk menentang dan menolak konser Bocelli, umat Islam dari Semarang serta daerah sekitarnya siap bergabung. “Nanti kita konsolidasi lagi dengan lembaga-lembaga lain,” ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Terkiat demo di depan Mapolda Jateng, Reza mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi penolakan atas konser Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur. “Kita dari komunitas masyarakat Jawa Tengah Cinta Palestina, di sini kita bertujuan untuk menolak konser Andra Bocelli yang rencananya akan diselenggarakan di pada tanggal 31 Oktober di Borobudur. Karena Andrea Bocelli termasuk salah satu penyokong dana untuk tentara IDF Israel,” kata Reza.
Dia menambahkan, demonstrasi di depan Mapolda Jateng juga digelar karena informasinya konser Bocelli, meskipun telah menulai penolakan, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), akan tetap dilaksanakan di kawasan Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026. “Kita di sini meminta dari Polda Jawa Tengah kalau bisa mencabut izin konser tersebut. Walaupun konser ini perizinan dari pusat, dari Mabes Polri, tapi kita mendorong dari Polda Jateng untuk mencabut,”tegas dia.
Poster konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di Indonesia. pada 31 Oktober dan 3 November 2026. - (Dok. Shoemaker Studios)
Komentar (0)