Pemilu Israel Buntu, Isaac Herzog Desak Netanyahu dan Oposisi Hindari Pemilu Ulang

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Israel, VIVA – Presiden Israel Isaac Herzog meminta seluruh partai politik berupaya menghindari pemilihan umum (pemilu) ulang setelah hasil pemungutan suara pada Selasa, 27 Oktober 2026, belum menghasilkan mayoritas kursi parlemen. Situasi ini membuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pemimpin oposisi Gadi Eisenkot harus bersaing membentuk pemerintahan baru di tengah kebuntuan politik.

Herzog menyampaikan seruan tersebut pada Rabu, 28 Oktober 2026, ketika penghitungan suara menunjukkan tidak ada satu pun blok politik yang berhasil mengamankan mayoritas di parlemen Israel atau Knesset.

Baca Juga :
PBB Soroti Risiko Indonesia Gabung Board of Peace, Francesca Albanese Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang
Jika Eisenkot Gantikan Netanyahu, Ini Dampaknya bagi Masa Depan Palestina

Dengan lebih dari 85 persen suara telah dihitung, blok sayap kanan yang mendukung Netanyahu diproyeksikan memperoleh 53 dari total 120 kursi Knesset. Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin Eisenkot, mantan kepala militer Israel, diperkirakan meraih 48 kursi.

Kedua kubu tersebut belum mencapai ambang mayoritas sebanyak 61 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan. Kondisi ini membuka peluang berlangsungnya negosiasi koalisi yang panjang dan meningkatkan risiko Israel kembali menggelar pemilu jika kesepakatan politik tidak tercapai.

"Kita harus melakukan segala upaya, terutama setelah peristiwa kemarin, untuk menghindari putaran pemilihan umum lainnya," kata Herzog, dikutip dari AFP.

Sebagai presiden, Herzog memiliki kewenangan menunjuk kandidat yang diberi kesempatan membentuk pemerintahan. Ia juga meminta seluruh partai politik tetap berpikiran terbuka dalam menghadapi situasi politik setelah pemilu.

Netanyahu dan Eisenkot Sama-sama Belum Kantongi Mayoritas

Hasil sementara pemilu Israel memperlihatkan persaingan ketat antara kubu Netanyahu dan oposisi. Meski blok sayap kanan diproyeksikan memperoleh kursi lebih banyak, jumlah tersebut belum cukup untuk mengamankan mayoritas di Knesset.

Blok Netanyahu diperkirakan mendapatkan 53 kursi, sedangkan blok oposisi pimpinan Eisenkot diproyeksikan memperoleh 48 kursi. Dengan total 120 kursi parlemen, diperlukan sedikitnya 61 kursi untuk mencapai mayoritas.

Situasi tersebut membuat kedua kubu perlu mencari dukungan dari partai lain untuk membentuk pemerintahan. Perundingan koalisi menjadi tahap penting yang akan menentukan arah politik Israel setelah pemilu.

Netanyahu sendiri tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara sampai pemerintahan baru terbentuk. Sementara itu, Herzog disebut mendukung pembentukan pemerintahan persatuan untuk mengatasi kebuntuan politik, meskipun Eisenkot telah menolak bekerja sama dengan Netanyahu.

Baca Juga :
Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata
Film NAZA Ungkap Dugaan Pembunuhan Warga Gaza oleh Militer Israel, Netanyahu Ancam Sutradara
Perang Palestina dengan Israel, 50.000 Perempuan di Gaza Tewas Sejak 2023

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Soal Bukti CCTV Hubungan Badannya dengan Insanul Fahmi, Inara Rusli Tantang Wardatina Mawa: Tidak Berlaku
• 17 jam lalu
0
thumb
Partisipasi Pemilu Israel Meningkat, Netanyahu vs Eisenkot Bersaing Ketat Menurut Exit Poll
• 17 jam lalu
0
thumb
BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Cair, Sisanya Menyusul
• 14 jam lalu
0
thumb
Dua Anak Menhaj Resmi Mundur dari Kementerian, Mahfud MD Soroti Alasan di Baliknya
• 9 jam lalu
0
thumb
Ibu Dini Minta Dwi, Pelaku Mutilasi Anak dan Cucunya Dihukum Mati
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.