Jakarta, VIVA – Annie Areeya mengaku memiliki bukti dan dokumen pendukung terkait klaimnya yang mengaku hamil anak Aisar Khaled. Ia bahkan menantang pihak yang menganggap kabar tersebut tidak benar untuk menyampaikan bantahan secara terbuka, seraya menyatakan siap memperlihatkan bukti yang dimilikinya.
Pernyataan itu disampaikan Annie melalui unggahan media sosial setelah tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan dirinya dan Aisar menjadi perbincangan. Sejumlah pesan yang beredar dikaitkan dengan kabar kehamilan hingga pembicaraan mengenai dugaan Aisar menyuruhnya untuk menggugurkan kandungan.
Dalam klarifikasinya, Annie mengatakan pihak lain yang terlibat juga telah melihat bukt yang ia miliki. Meski begitu, ia memilih tidak mengungkapkannya kepada publik dan meminta agar keputusannya menjaga privasi dihormati.
"Tolong jangan meminta bukti kepada saya. Saya memiliki semuanya, termasuk seluruh dokumen yang relevan, dan pihak lainnya juga sudah melihatnya karena saya membagikannya setiap kali. Saya akan menghargai jika semua orang menghormati keputusan saya untuk tidak mengungkapkan apa pun di sini lagi," katanya, dikutip dari Instagram @annieareeyaa, Rabu (28/10/2026).
Annie Tantang Pihak yang Membantah untuk Bicara TerbukaAnnie tidak hanya mengaku menyimpan bukti, tetapi juga menyampaikan tantangan kepada pihak yang merasa kabar tersebut tidak benar. Ia mengatakan bersedia menunjukkan bukti yang dimilikinya jika ada pihak yang secara terbuka menyangkal pernyataannya.
"Terakhir, jika semua ini tidak benar, silakan tampil dan menyangkalnya secara terbuka. Jika itu terjadi, saya akan mengungkapkan semua bukti nyata yang saya miliki," katanya lagi.
Annie Sebut Persoalan Sudah Terjadi Beberapa Bulan LaluDalam pernyataan yang disampaikan menggunakan bahasa Inggris, Annie mengungkapkan bahwa persoalan tersebut bukan kejadian baru. Ia mengatakan peristiwa itu berlangsung beberapa bulan sebelumnya dan dirinya telah menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Annie juga mengakui bahwa dirinya turut memiliki kesalahan. Namun, ia mengaku tidak ingin terus mendapatkan tekanan, terutama terkait permintaan untuk pergi ke rumah sakit pada saat kejadian berlangsung.
"Ini terjadi beberapa bulan lalu dan ya, saya sudah menyelesaikan semuanya. Saya minta maaf harus mengatakan ini, tetapi saya tidak pernah ingin terus-menerus ditekan setiap hari untuk pergi ke rumah sakit saat itu. Saya mengakui bahwa saya juga bersalah dan bertanggung jawab atas bagian saya dalam kejadian tersebut," ungkapnya.






Komentar (0)