Kepala Daerah Sampaikan Progres Pemulihan Bencana Sumatera, Ini Sejumlah Hal yang Jadi Perhatian

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam perkembangannya, sejumlah kepala daerah menyampaikan progres penanganan di wilayah masing-masing, sekaligus kebutuhan dukungan untuk pemulihan infrastruktur, permukiman, dan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat perkembangan penanganan bencana Sumatera bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Apri Artoto di Gedung Kemendagri, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Baca Juga :
Pemulihan Bencana Sumatera Dikebut, Rp21,42 Triliun Digelontorkan untuk Jalan hingga Jembatan
Fakta-fakta Klarifikasi Annie Areeya soal Dugaan Hamil Anak Aisar Khaled, Singgung Bukti hingga Masa Lalu

Rapat tersebut membahas perkembangan pekerjaan fisik, kebutuhan infrastruktur di daerah, serta penyaluran bantuan bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana. Pemerintah pusat dan daerah juga membahas sejumlah langkah lanjutan untuk mendukung pemulihan secara berkelanjutan.

Wagub Aceh Usulkan Dukungan Penanganan Jalan Daerah

Wakil Gubernur Aceh menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penanganan infrastruktur pascabencana. Ia berharap kerja sama tersebut dapat diperluas untuk mendukung perbaikan jalan kabupaten yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, serta kawasan pedalaman. Pemerintah Provinsi Aceh mengusulkan agar beberapa ruas jalan kabupaten dapat ditangani melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.

Selain perbaikan jalan, normalisasi sungai juga menjadi bagian penting dalam upaya pemulihan. Menurut Wakil Gubernur Aceh, penanganan sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat telah menunjukkan perkembangan positif. Ke depan, sungai yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten juga diharapkan dapat terintegrasi dalam program pemulihan.

"Kami berterima kasih atas dukungan kementerian. Namun, karena keterbatasan APBD/fiskal daerah di beberapa kabupaten, kami mengusulkan beberapa ruas jalan kabupaten yang rusak parah agar dapat diambil alih/dibantu penanganannya oleh Kementerian PU melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD)," ujar Wakil Gubernur Aceh dalam rapat tersebut.

Menanggapi usulan itu, Sekjen Kementerian PU Apri Artoto menyampaikan bahwa penanganan jalan daerah melalui skema IJD sedang memasuki tahap finalisasi teknis. Program tersebut diharapkan dapat mulai berjalan pada pertengahan November 2026.

Baca Juga :
PBB Soroti Risiko Indonesia Gabung Board of Peace, Francesca Albanese Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang
Terpopuler: Hyundai Hillstate Tak Mau Bergantung pada Megawati Hangestri, Atlet Pencak Silat Porprov Jateng Meninggal
Jangan Abaikan Kesehatan Mata, Skrining 55 Juta Orang Ungkap Temuan Ini

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PN Yogyakarta Vonis 11 Pengasuh Day Care Little Aresha 2-3 Tahun Penjara
• 5 jam lalu
0
thumb
Kepala BP BUMN Tinjau Progres Pembangunan Stadion H Agus Salim Garapan Hutama Karya di Padang
• 12 jam lalu
0
thumb
Pemadaman Karhutla di TN Way Kambas Terbantu Hujan yang Mengguyur Lampung
• 14 jam lalu
0
thumb
Syahganda Nainggolan Imbau Peserta Aksi 28 Oktober Kedepankan Dialog dan Hindari Anarkis
• 8 jam lalu
0
thumb
Harian Kompas dan KG Media Raih Tiga Penghargaan di Asian Media Awards 2026 - WAN-IFRA
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.