Jakarta, VIVA – Smartphone lipat menawarkan desain praktis dengan layar besar, tetapi kerusakan pada bagian engsel bisa membuat pemiliknya harus menyiapkan biaya perbaikan yang tidak sedikit. Apalagi, mekanisme engsel pada HP lipat memiliki konstruksi lebih rumit dibandingkan ponsel biasa.
VIVA telah merangkum Kamis, (29/10/2026), di Indonesia, biaya servis engsel bergantung pada merek, model, jenis kerusakan, serta komponen yang harus diganti. Untuk pengguna Samsung Galaxy Z Fold dan Z Flip, misalnya, tersedia layanan perbaikan dari pusat servis resmi maupun tempat servis independen.
Samsung sendiri menyediakan fitur estimasi biaya perbaikan melalui situs resminya. Namun, harga akhir baru dapat dipastikan setelah teknisi memeriksa kondisi perangkat secara langsung.
Kisaran Biaya Servis Engsel HP Lipat di Indonesia
Sebagai gambaran awal, salah satu penyedia servis independen di Indonesia, EKASERVICE, mencantumkan harga penggantian flexi engsel Samsung mulai Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Harga tersebut merupakan daftar layanan penyedia servis, bukan tarif resmi Samsung.
Berikut beberapa contoh harga yang dipublikasikan pada 13 Oktober 2026:
Samsung Galaxy Z Flip, Z Flip 3, Z Flip 4, Z Flip 5, dan Z Flip 6: sekitar Rp1 juta.
Samsung Galaxy Z Flip 7: sekitar Rp1,25 juta.
Samsung Galaxy Z Fold generasi pertama: sekitar Rp2 juta.
Samsung Galaxy Z Fold 2, Z Fold 3, Z Fold 4, dan Z Fold 5: sekitar Rp2 juta.
Samsung Galaxy Z Fold 6: sekitar Rp2,5 juta.
Harga tersebut berlaku untuk layanan penggantian komponen flexi engsel yang tercantum di penyedia servis tersebut. Kerusakan engsel mekanis, rangka, atau layar bagian dalam dapat membutuhkan penanganan berbeda. Karena itu, angka di atas tidak bisa dijadikan patokan untuk semua jenis kerusakan HP lipat.
Jenis Kerusakan Engsel yang Memengaruhi Biaya Servis
Tidak semua masalah pada HP lipat mengharuskan penggantian seluruh engsel. Berikut beberapa kondisi yang perlu diperhatikan pemilik perangkat.
1. Engsel terasa longgar atau tidak stabil
Engsel yang mulai longgar bisa membuat layar terasa tidak kokoh ketika dibuka atau ditutup. Teknisi perlu memeriksa apakah masalah berasal dari mekanisme engsel, komponen fleksibel, atau rangka perangkat.






Komentar (0)