Amran Sebut Ada Middle Man di Peternakan, Rugikan 4,8 Juta Peternak dan Konsumen

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Amran menyoroti kondisi ketika harga ayam di tingkat peternak turun, tetapi harga di tingkat konsumen justru meningkat.

Amran Sebut Ada Middle Man di Peternakan, Rugikan 4,8 Juta Peternak dan Konsumen. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan akan menindak tegas pihak-pihak yang bermain sebagai perantara (middle man) dan mengambil keuntungan tidak wajar dalam rantai distribusi pangan, khususnya sektor peternakan. Pemerintah akan menelusuri anomali harga yang merugikan 4,8 juta peternak sekaligus membebani konsumen.

Amran menyoroti kondisi ketika harga ayam di tingkat peternak turun, tetapi harga di tingkat konsumen justru meningkat. Menurutnya, ketidakwajaran tersebut perlu ditelusuri karena berpotensi menunjukkan adanya praktik perdagangan yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga:
Amran Respons Dugaan Adanya Mafia di Balik Mahalnya Harga Pakan Peternak

“Ini ada anomali. Harga di peternak turun, harga di konsumen naik. Terjadi inflasi. Harusnya kalau harga di peternak turun, itu di konsumen turun, tapi dua-dua berteriak. Berarti ada pelaku yang tidak bertanggung jawab, itu kita kejar,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Amran menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan praktik yang merugikan peternak terus berlangsung. Penelusuran akan dilakukan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga mempermainkan rantai distribusi.

Baca Juga:
Harga Pakan Mahal, Amran Siapkan Skema Baru Pasokan Jagung untuk Peternak

”Kita tindak tegas. Tidak ada kompromi,” kata dia.

Amran juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri, Kabareskrim, dan Satgas Pangan atas dukungan dalam mengawal tata niaga pangan serta melindungi peternak Indonesia.

Baca Juga:
Beras Ilegal Nodai Swasembada, Mentan Amran: 115 Juta Petani Dirugikan

“Kita bela peternak Indonesia, petani Indonesia agar tidak gaduh di lapangan,” ujarnya.

Menurut Amran, penguatan tata niaga harus berjalan seiring dengan pembenahan sistem produksi dan distribusi. Pemerintah tengah membangun sistem terintegrasi (closed system) yang menghubungkan petani jagung dengan peternak melalui koperasi, sehingga kebutuhan pakan dapat dipenuhi secara lebih terjamin dan rantai pasok menjadi lebih terkendali.

Melalui langkah tersebut, pemerintah ingin memastikan peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang wajar, sementara konsumen tetap mendapatkan produk peternakan dengan harga yang terjangkau.

Amran mengungkap, upaya pembenahan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan secara tidak wajar dengan mengorbankan kesejahteraan peternak maupun masyarakat.

“Doakan, kita atur dulu harga acuan pemerintah, atau harga pembelian pemerintah, kemudian harga eceran tertinggi. Sementara digodok, kita lakukan terbaik untuk peternak. Tapi ingat, konsumen juga tidak boleh korban,” kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puan Dorong Infrastruktur Rumah Sakit Diperkuat Atasi Lonjakan ISPA
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Dalami Dugaan Kickback Vendor kepada Oknum BNPB dalam Kasus Dana Siap Pakai
• 7 jam lalu
0
thumb
BRI Berhasil Raih Empat Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Magang Nasional 2026 Batch 3 Angkatan II Resmi Dibuka: Syarat, Benefit, Cara Daftar, dan Jadwalnya
• 20 jam lalu
0
thumb
4 Manfaat Konsumsi Seledri yang Jarang Orang Tahu
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.