Bukan Gaji, Ini Faktor Utama Penyebab Burnout Karyawan di Tempat Kerja

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Burnout di tempat kerja menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjaga produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan besarnya gaji atau tunjangan yang diterima, tetapi juga dipengaruhi oleh beban pekerjaan, tekanan waktu, hingga pola komunikasi antara karyawan dan atasan.

Lingkungan kerja yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko stres berkepanjangan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi motivasi, kesehatan mental, serta kinerja karyawan dalam jangka panjang. Karena itu, perusahaan perlu memahami berbagai faktor pemicu burnout untuk membangun lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.

Baca Juga :
Sering Lelah dan Sulit Fokus saat Bekerja? Ini 5 Kebiasaan yang Perlu Diperbaiki
Biaya Pendidikan dan Persaingan Kerja Jadi Tantangan bagi Generasi Muda

Survei internal Payuung terhadap sekitar 40 peserta acara kesehatan mental yang diselenggarakan perusahaan tersebut menunjukkan bahwa beban kerja dan tekanan waktu menjadi faktor yang paling banyak dikaitkan dengan burnout. Sebanyak 33% jawaban responden berkaitan dengan kedua hal tersebut, sedangkan 25% berhubungan dengan arahan dan manajemen perusahaan.

Sementara itu, hanya 2% responden yang menyebut gaji sebagai faktor penyebab burnout. Temuan ini memperlihatkan bahwa upaya menjaga kesejahteraan karyawan perlu mencakup aspek yang lebih luas daripada sekadar kompensasi finansial.

Berikut sejumlah faktor yang perlu diperhatikan perusahaan dalam memahami penyebab burnout karyawan,  sebagaimana dihimpun Viva, Rabu (28/10/2026).

1. Beban Kerja yang Tinggi

Beban pekerjaan yang berlebihan dapat menjadi salah satu pemicu stres di lingkungan kerja. Ketika karyawan harus menangani banyak tugas dalam waktu bersamaan, mereka berisiko mengalami kelelahan fisik maupun mental.

Situasi tersebut dapat semakin berat apabila pembagian tugas tidak seimbang atau jumlah pekerjaan yang diberikan tidak sesuai dengan kapasitas karyawan. Dalam jangka panjang, tekanan yang terus-menerus dapat mengurangi konsentrasi, motivasi, dan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Perusahaan perlu mengevaluasi pembagian tugas, kapasitas tim, serta target kerja secara berkala. Penetapan prioritas yang jelas juga dapat membantu karyawan mengelola pekerjaan tanpa menghadapi tekanan yang berlebihan.

2. Tenggat Waktu yang Ketat

Tenggat waktu atau deadline merupakan bagian dari dinamika dunia kerja. Namun, target penyelesaian yang terlalu ketat dan tidak sebanding dengan beban pekerjaan dapat meningkatkan tekanan terhadap karyawan.

Baca Juga :
Persiapan Tenaga Kerja Indonesia Sesuai Kompetensi Dinilai Penting, Menteri P2MI Ungkap Alasannya
Meeting Online, Balas Email, hingga Edit Dokumen, Ini Spesifikasi HP Ideal untuk Kerja Hybrid
HP Mulai Lemot untuk Kerja dan Chatting? Ini Langkah yang Bisa Dicoba Sebelum Servis

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG prakirakan seluruh Jakarta diguyur hujan di Rabu siang
• 20 jam lalu
0
thumb
Demo di Palopo Sandera Truk Kontainer untuk Orasi, Mahasiswa Desak Menhut Mundur
• 7 jam lalu
0
thumb
Bahlil Ungkap BUK Migas Bakal Punya Kewenangan Besar, Urus Perizinan Terpusat
• 5 jam lalu
0
thumb
Gempa M 3,4 Tanggamus Terasa di 6 Wilayah
• 4 jam lalu
0
thumb
Eskalator Skybridge Bojonggede Mati Setahun, Dishub Janji Segera Perbaiki
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.