Ditjen Pesantren Diharapkan Benahi Kesejahteraan Guru, Masih Ada yang Digaji di Bawah Rp500 Ribu! 

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026. Ditjen Pesantren didirikan untuk memberikan perlindungan, memperkuat mutu pendidikan, pembinaan dakwah, serta pemberdayaan ekonomi dan masyarakat pesantren.

Pembentukan Ditjen Pesantren ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren di Indonesia. 

“Kehadiran direktorat jenderal ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada pesantren, sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan nasional," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :
Raih PIKI Awards 2026, Stafsus Menag Gugun Gumilar: Kebebasan Beribadah Adalah Amanat Konstitusi

Nasaruddin berharap, pesantren dapat semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Kaukab, Bogor, Kiai Khoirul Huda basyir, mengatakan pembentukan Ditjen Pesantren merupakan langkah penting dalam memperkuat peran negara terhadap lembaga pendidikan yang selama berabad-abad berkontribusi dalam pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter bangsa.

Baca Juga :
Menag Ajak Sehari Sepekan ASN Kerja Pakai Sarung dan Peci

Kata dia, pesantren telah menjalankan fungsi pendidikan jauh sebelum Indonesia merdeka. Pesantren juga berperan dalam melahirkan pejuang kemerdekaan serta menjaga nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat.

“Direktorat Jenderal Pesantren harus menjadi perubahan nyata dari semacam sekadar pengakuan menjadi pelayanan dan dari perhatian menjadi keberpihakan kita, keberpihakan dan kehadiran negara,” kata Khoirul.

Dia menegaskan, nilai strategis Ditjen Pesantren terletak pada kemampuannya menjembatani kebutuhan nyata lembaga pendidikan pesantren dengan kebijakan dan dukungan pemerintah. Dengan demikian, penguatan pesantren tidak hanya bertumpu pada inisiatif masyarakat, tetapi juga didukung pelayanan negara yang berkelanjutan.

Baca Juga :
Hari Santri Nasional: Menag Nasaruddin Umar Ungkap 5 Program Penguatan Pesantren

Khoirul Huda menjelaskan, ekosistem pesantren mencakup berbagai unsur yang saling berkaitan, mulai dari pengasuh dan tenaga pendidik, santri, sarana pembelajaran, tata kelola kelembagaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Menurutnya Ditjen Pesantren perlu memastikan dukungan pemerintah menjangkau berbagai skala lembaga pendidikan, tanpa mengabaikan pesantren yang selama ini bertahan dengan sumber daya terbatas.

 

Baca Juga :
Staf Khusus Menag Dampingi Korban Penganiayaan Perkara Petasan Maulid ke Polda Metro


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Taspen Tegaskan Dana Pensiun ASN Tak Lewat Koperasi Merah Putih, Ini Penjelasannya!
• 5 jam lalu
0
thumb
Wall Street Menguat, Nasdaq Melesat 1,18% Didorong Reli Saham Teknologi
• 18 jam lalu
0
thumb
5 Cara Menjaga Kesehatan Payudara, Mulai dari Pola Hidup hingga Deteksi Dini
• 16 jam lalu
0
thumb
Klasemen Liga Italia 2026-2027: Lazio Geser Inter Milan dari Puncak, Sassuolo Dekati Jurang Degradasi
• 12 jam lalu
0
thumb
Siapa yang akan Menang Pemilu Israel, Netanyahu atau Eisenkot? Ini Kata
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.