Dapat Nomor Urut 4 Pilrek UNM, Prof Suwardi Annas: Semua Nomor Baik, Ada yang Maknai sebagai Titik Keseimbangan

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031, Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. resmi mendapatkan nomor urut dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM.

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM itu memberikan tanggapan terkait hasil pencabutan nomor urut calon Rektor UNM periode 2027–2031 yang berlangsung dalam rapat Senat Universitas Negeri Makassar di Lantai 14 Menara Pinisi pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Guru Besar Bidang Statistika Terapan tersebut memperoleh nomor urut 4 dari tujuh calon rektor yang telah mengikuti proses penjaringan Pilrek UNM.

Menanggapi hasil pencabutan tersebut, Prof. Suwardi Annas menyampaikan bahwa seluruh nomor urut pada dasarnya memiliki kedudukan yang sama.

Menurutnya, hasil pencabutan nomor merupakan bagian dari proses acak sehingga tidak perlu dimaknai secara berlebihan.

“Pemahaman saya, semua nomor itu baik dan siapa yang mendapatkan nomor berapa itu hanya masalah probabilitas (kebetulan) saja karena proses pencabutannya sifatnya acak,” ujar Prof. Suwardi Annas saat dikonfirmasi pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Meski demikian, ia mengaku tidak mempermasalahkan apabila terdapat pihak yang memberikan makna tersendiri terhadap nomor urut 4 yang diperolehnya.

Terlebih, dalam kontestasi Pilrek UNM kali ini terdapat tujuh bakal calon rektor sehingga nomor urut 4 berada tepat di posisi tengah dari keseluruhan nomor peserta.

“Bahwa ada yang memaknai nomor urut 4 itu pertanda titik keseimbangan karena kebetulan ada tujuh orang calon, yah alhamdulillah,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Suwardi dengan tetap menempatkan pencabutan nomor urut sebagai proses yang bersifat acak, sekaligus menghargai adanya penafsiran berbeda terhadap nomor yang diperolehnya.

Secara matematis, nomor urut 4 memang berada pada posisi tengah dari tujuh nomor yang tersedia, dengan tiga nomor di bawahnya dan tiga nomor di atasnya.

Namun, dalam perspektif probabilitas, posisi tersebut merupakan hasil dari mekanisme pengundian dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kapasitas, kualitas, ataupun kompetensi para bakal calon rektor.

Pandangan Prof. Suwardi tersebut sejalan dengan latar belakang keilmuannya sebagai Guru Besar Bidang Statistika Terapan FMIPA UNM.

Ia merupakan akademisi yang memiliki rekam jejak pendidikan di bidang matematika dan statistika.

Prof. Suwardi menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Pendidikan Matematika di IKIP Ujung Pandang, kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) Statistika di IPB University.

Selanjutnya, pendidikan doktoral (S3) diselesaikannya dalam bidang Statistika Lingkungan di Osaka Prefecture University, Jepang.

Dalam perjalanan karier akademiknya, Prof. Suwardi dipercaya memimpin FMIPA UNM sebagai dekan selama dua periode hingga saat ini.

Selain aktif dalam kegiatan akademik dan kelembagaan di lingkungan UNM, ia juga terlibat dalam kepengurusan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Sementara itu, berdasarkan hasil pencabutan nomor urut yang berlangsung dalam Rapat Senat UNM, nomor urut 1 diperoleh Prof. Dr. Sukardi Weda, M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., mantan Wakil Rektor III UNM sekaligus Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra.

Nomor urut 2 diperoleh Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor I UNM.

Selanjutnya, nomor urut 3 diperoleh Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si., Guru Besar Fisika FMIPA UNM yang pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor IV periode 2012–2016.

Prof. Suwardi Annas memperoleh nomor urut 4, disusul Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM, pada nomor urut 5.

Adapun nomor urut 6 diperoleh Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes., mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNM selama dua periode.

Sementara itu, nomor urut 7 diperoleh Prof. Ismunandar, Ph.D., Guru Besar Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi satu-satunya bakal calon rektor dari luar lingkungan UNM.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. Andi Muhammad Idkhan, M.T., IPM., menjelaskan bahwa pencabutan nomor urut merupakan salah satu tahapan dalam proses penjaringan bakal calon rektor sebelum memasuki agenda penyampaian visi, misi, dan program kerja.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, ketujuh bakal calon dijadwalkan mengikuti penyampaian visi, misi, dan program kerja pada 2–3 November 2026.

Tahapan selanjutnya adalah penilaian dan penetapan calon rektor pada 4 November 2026.

Kemudian, pada 9–10 November 2026, tiga nama calon Rektor UNM dijadwalkan disampaikan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).

Rangkaian Pilrek UNM selanjutnya memasuki masa tenang mulai 11 November hingga 16 Desember 2026.

Adapun pemilihan calon Rektor UNM bersama Mendiktisaintek dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember 2026, dilanjutkan dengan penyusunan berita acara, pengumuman, dan pelaporan hasil pemilihan. (ams)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Labu kuning bantu jaga kesehatan mata hingga pencernaan
• 3 jam lalu
0
thumb
BEI Pasang Cita-Cita Ambisius, Incar 10 Bursa Terbesar Dunia
• 11 jam lalu
0
thumb
Menjadi Tua Bukan Hanya Takut Sakit, tetapi Takut Menjadi Beban.
• 15 jam lalu
0
thumb
Dasco Dorong Kedaulatan Data Nasional, DPR Siapkan Empat RUU Strategis pada Momentum Sumpah Pemuda
• 3 jam lalu
0
thumb
Tusuk Ojol-Sekuriti di Depan Kelab Malam, 2 WNA di Bali Ditangkap Polisi
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.