VIVA – Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, melontarkan kritik terhadap format balapan MotoGP yang dinilainya semakin membebani para rider. Menurutnya, ambisi menghadirkan tontonan yang lebih menarik tidak boleh mengorbankan keselamatan, terutama bagi pembalap muda yang masih memiliki perjalanan panjang di dunia balap.
Peringatan tersebut disampaikan Alex menjelang akhir pekan Grand Prix Australia. Situasi di grid menjadi perhatian setelah sejumlah pembalap dinyatakan tidak layak tampil akibat cedera. Dari total 22 pembalap reguler, enam di antaranya tidak bisa mengikuti balapan pada akhir pekan tersebut, termasuk empat pembalap yang mengalami cedera.
Alex menilai peningkatan intensitas kompetisi perlu diimbangi dengan evaluasi terhadap format balapan. Ia menyoroti banyaknya sesi yang menuntut pembalap tampil maksimal, termasuk sprint race yang kini menjadi bagian rutin dalam kalender MotoGP.
Menurut pembalap asal Spanyol tersebut, tuntutan untuk terus memacu motor hingga batas kemampuan meningkatkan paparan risiko di lintasan. Kondisi ini, jika berlangsung dalam jangka panjang, berpotensi membawa konsekuensi serius bagi para pembalap.
"Apa yang diminta kepada para pembalap di lintasan sudah agak berlebihan. Ada banyak risiko," ujar Alex dikutip GPOne.
- MB Media
Kekhawatiran Alex bukan semata-mata berkaitan dengan kondisi fisik para pembalap saat ini. Ia justru menaruh perhatian besar terhadap masa depan rider muda seperti Fermin Aldeguer dan Pedro Acosta, yang masih berada pada tahap awal karier mereka di kelas utama.
Alex sendiri telah merasakan dampak cedera yang mengganggu kiprahnya. Patah tulang selangka dan cedera tulang belakang yang dialaminya di Barcelona turut memengaruhi performanya di lintasan.
Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut tidak seharusnya dilihat hanya dari sudut pandang pembalap yang sedang menjalani karier. Kejuaraan juga perlu mempertimbangkan bagaimana tuntutan kompetisi saat ini akan memengaruhi kondisi fisik para rider dalam beberapa tahun ke depan.
Alex bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap karier pribadi. Ia lebih memikirkan pembalap yang masih berusia sekitar 20 tahun dan berpotensi berkompetisi di MotoGP selama bertahun-tahun.






Komentar (0)