Netanyahu Unggul dalam Exit Poll, Blok Oposisi Siap Jegal Langkahnya

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota parlemen Israel dari kalangan Arab sekaligus pemimpin blok parlemen Joint List, Ahmad Tibi mengatakan pihaknya siap bekerja sama dengan blok perubahan untuk menggulingkan pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Blok perubahan merupakan gabungan partai-partai oposisi yang ingin menggantikan pemerintahan Netanyahu. Aliansi ini terdiri atas Partai Yashar yang dipimpin mantan Kepala Staf Militer Israel Gadi Eisenkot, Yesh Atid pimpinan Yair Lapid, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, Beyachad pimpinan Naftali Bennett, dan Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.

Baca Juga :
Siapa Gadi Eisenkot? Mantan Jenderal Israel yang Ingin Akhiri Era Netanyahu
Trump Klaim Dukungannya Dongkrak Suara Netanyahu di Pemilu Israel

"Besarnya partisipasi warga Arab merupakan pencapaian bersejarah bagi Joint List. Kami telah menjawab seruan masyarakat untuk bersatu dan membuktikan bahwa kami adalah kekuatan penting yang menentukan arah perubahan. Tanpa kami, perubahan tidak mungkin terjadi. Kami mengulurkan tangan kepada blok perubahan untuk menggulingkan pemerintahan Netanyahu-Ben-Gvir. Langkah ini akan dimulai dengan pencopotan Ketua Knesset Amir Ohana," kata Tibi dalam pernyataan tertulisnya dikutip dari laman Anadolu Agency, Rabu (28/10/2026).

Dalam video yang dirilis kantornya, Tibi mengatakan kepada para pendukung Joint List dalam sebuah kampanye di Kota Tayibe, Israel bagian tengah, pada Rabu dini hari, bahwa suara mereka menjadi yang paling lantang. Hal itu terjadi meskipun ada upaya untuk memutus aliran listrik di tempat pemungutan suara dan menghalangi proses pemungutan suara.

"Ben Gvir, sang penjahat, tidak akan menjadi menteri kepolisian. Waktunya telah tiba," ujar Tibi.

Menurut proyeksi media Israel, blok Netanyahu diperkirakan memperoleh 54 dari total 120 kursi di Knesset, parlemen Israel. Jumlah itu masih kurang tujuh kursi untuk mencapai mayoritas pemerintahan. Proyeksi tersebut dibuat saat 84,5 persen suara dalam pemilihan parlemen Israel telah dihitung.

Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin Eisenkot diperkirakan meraih 49 kursi. Adapun partai-partai yang mayoritas mewakili warga Arab diproyeksikan memperoleh total 17 kursi, menurut surat kabar The Times of Israel yang mengutip Komite Pemilihan Umum Pusat.

Joint List, blok yang mayoritas anggotanya berasal dari komunitas Arab, diperkirakan memperoleh 11 kursi. Sementara itu, United Arab List (Ra’am) diperkirakan meraih enam kursi.

Baca Juga :
Pemilu Israel Makin Sengit, Netanyahu Butuh 4 Kursi Lagi untuk Kuasai Parlemen
Jika Eisenkot Gantikan Netanyahu, Ini Dampaknya bagi Masa Depan Palestina
Gadi Eisenkot Klaim Menang Mutlak, Siap Gantikan Netanyahu

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah 1,15 Persen pada Oktober, Dolar AS Tembus Rp 18.184
• 7 jam lalu
0
thumb
Kenapa Trump Mulai Lembek ke Putin? Solar Rusia Jawabannya!
• 5 menit lalu
0
thumb
Putin Undang Zelensky ke Moskow, Janji Jamin Keselamatan
• 13 jam lalu
0
thumb
Permata Bank (BNLI) Raup Laba Rp2,6 Triliun hingga September 2026
• 14 jam lalu
0
thumb
7 Program Unggulan Jadi Kunci Surabaya Sabet TPAKD Award 2026
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.