Kinerja CIMB Niaga Solid Disokong Pertumbuhan Kredit dan Transaksi Digital

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Secara konsolidasian, CIMB Niaga mencatatkan total kredit dan pembiayaan sebesar Rp 242,6 triliun, tumbuh 6,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang segmen perbankan korporasi yang meningkat 15,1 persen yoy, disusul perbankan komersial sebesar 6,4 persen yoy, dan usaha menengah kecil sebesar 1,9 persen yoy.

Dana pihak ketiga konsolidasian CIMB Niaga tercatat sebesar Rp 273,7 triliun, dengan dana murah atau current account and savings account (CASA) mencapai Rp 197 triliun. Jumlah CASA tersebut tumbuh 4,4 persen yoy, sehingga rasio CASA terjaga di tingkat 72 persen.

Baca Juga
  • Bank CIMB Niaga Syariah Bersama Dompet Dhuafa Perluas Literasi Sukuk Wakaf SWR007
  • Viral Biaya Hidup Indonesia vs Korsel, Ini Faktanya Menurut Ekonom
  • Ikan Tilapia Mulai Dilirik Industri Kuliner Premium

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, perseroan tetap menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi yang menantang melalui pertumbuhan bisnis, pengelolaan biaya yang disiplin, dan efisiensi operasional. Laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPoP) tetap stabil sebesar Rp 8,2 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 7,8 persen yoy.

"Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya," kata Lani dalam keterangan kinerja keuangan CIMB Niaga sembilan bulan pertama 2026, Rabu (28/10/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lani mengakui profitabilitas perseroan menghadapi tantangan akibat tekanan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit. Meski demikian, CIMB Niaga tetap menjaga kondisi permodalan dan likuiditas dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 23,7 persen dan rasio kredit terhadap DPK (loan to deposit ratio/LDR) mencapai 87,7 persen. Hingga akhir September 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp 384,8 triliun atau naik 4,2 persen yoy, dengan laba sebelum pajak konsolidasian tercatat sebesar Rp 5,8 triliun.

Transaksi Digital Menopang Kinerja

Di sisi lain, akselerasi transaksi digital turut menopang kinerja perseroan, terutama melalui aplikasi OCTO. Transaksi QRIS CIMB Niaga tumbuh 69 persen yoy hingga September 2026 dan menjadi pendorong utama kinerja perbankan digital. Selain QRIS, transaksi transfer melalui BI-FAST tumbuh 38 persen yoy, sedangkan pembayaran tagihan meningkat 29 persen yoy.

Secara keseluruhan, sebanyak 90 persen transaksi nasabah CIMB Niaga kini telah dilakukan melalui kanal digital. Head of Digital Banking and Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh menjelaskan bahwa QRIS menjadi kanal transaksi digital yang paling banyak digunakan nasabah, disusul oleh layanan transfer BI-FAST.

Di tengah peningkatan penggunaan transaksi nontunai, CIMB Niaga menyambut perluasan kebijakan tarif Merchant Discount Rate (MDR) nol persen yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 untuk kategori pedagang tertentu. Kebijakan Bank Indonesia (BI) tersebut diharapkan mampu mendukung perputaran roda ekonomi dan mendorong aktivitas UMKM, meskipun berpotensi memengaruhi porsi pendapatan berbasis biaya (fee-based income) perseroan. Menurut Lusiana, QRIS memiliki fungsi strategis untuk menjaga loyalitas nasabah dan mendorong penggunaan ekosistem layanan digital CIMB Niaga secara berkelanjutan.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Mobil Bekas Honda Brio 2020, Satya dan RS Mulai Rp125 Juta
• 3 jam lalu
0
thumb
PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Singapura Impor Listrik Hijau 1,3 GW dari Asia Tenggara
• 10 jam lalu
0
thumb
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Menlu Singapura Sore Hari Ini
• 15 jam lalu
0
thumb
Dharma Polimetal (DRMA) Raup Laba Bersih Rp479 Miliar hingga September 2026
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.