Gara-Gara Roy Suryo, Relawan Jokowi Disebut Jadi Terpecah Belah!

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendiri kelompok relawan Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP), Samuel Sueken, mengaku mengalami kerugian akibat polemik tuduhan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) yang melibatkan Roy Suryo dan sejumlah pihak lainnya.

Samuel menyampaikan hal tersebut saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik Jokowi dengan terdakwa Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). Ia mengklaim isu tersebut memicu perpecahan di kalangan relawan JPKP yang selama ini mendukung mantan presiden itu.

Samuel mengaku melaporkan Roy Suryo ke polisi pada 5 Mei 2025. Ia menjelaskan, laporan tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan menghasut publik dan mendorong kebencian terhadap Jokowi melalui tuduhan bahwa ijazahnya palsu.

"Yang saya laporkan itu bukan orang, tetapi kejadian, di mana dalam surat laporan saya tertanggal 5 Mei 2025, polisi menulis 'untuk melaporkan dugaan tindak pidana menghasut publik dan mendorong kebencian kepada Pak Jokowi dengan mengatakan bahwa ijazahnya palsu'," kata Samuel dalam persidangan.

Ia mengaku tidak mengenal secara langsung orang-orang yang menyuarakan tuduhan tersebut. Samuel mengatakan dirinya mengetahui nama Roy Suryo dan Eggi Sudjana dari video serta pemberitaan yang membahas polemik ijazah Jokowi.

Samuel juga menceritakan kedekatannya dengan Jokowi sejak sekitar 2010–2011. Sejak mengenal Jokowi, ia mengaku mengerahkan relawan JPKP untuk mendukung mantan wali kota Surakarta tersebut, termasuk dengan mengeluarkan biaya untuk membesarkan organisasi.

Namun, menurut Samuel, polemik ijazah membuat para relawan di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri terpecah. Ia mengeklaim sebagian relawan terpengaruh tuduhan tersebut sehingga menimbulkan pertentangan internal dan membuatnya harus mencopot sejumlah anggota.

Baca Juga: Roy Suryo Menanti Jokowi di Persidangan, Dua Hal Ini Jadi Sorotan

"Kerugian saya banyak, dari sejak ada masalah seperti ini, kami seluruh relawan-relawan saya ini, seluruh Indonesia bahkan mancanegara, kami benar-benar terpecah-pecah," kata Samuel.

"Dan itu harganya tentu sangat signifikan buat kami, kerugian. Gara-gara propaganda seperti itu, mengatakan ijazahnya Pak Jokowi palsu, di antara relawan-relawan kami akhirnya bertentangan dan terpaksa ada yang saya copot."


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ribuan Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di DPR hingga HI, Polda Metro Imbau Jaga Ketertiban
• 18 jam lalu
0
thumb
Bank Jago Layani 19 Juta Nasabah hingga September 2026
• 12 jam lalu
0
thumb
Cuaca Buruk di Malaysia Buat Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-17 Ditunda ke Hari Ini
• 16 jam lalu
0
thumb
DPR hingga Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut, Soroti Potensi Denda Tambang Rp104,43 Triliun
• 11 jam lalu
0
thumb
Pakar Temukan Lahan Konservasi Bekas Karhutla Disiapkan Jadi Kebun Sawit
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.