Anak Masih Mabuk Kendaraan di Usia 10 Tahun? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya!

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Si kecil selalu mual, pusing, atau bahkan mabuk kendaraan setiap kali bepergian? Kondisi ini tentu bisa membuat anak tidak nyaman, terutama saat harus menempuh perjalanan jauh untuk liburan bersama keluarga.

Belum lama ini, pengguna Threads @dinarbarahamka membagikan cerita tentang keponakannya yang sudah berusia 10 tahun, tetapi masih sering mengalami mabuk kendaraan sejak kecil, terutama saat naik kendaraan roda empat.

“Ponakanku 10 tahun dari kecil mabok kendaraan. Terutama roda 4. Kasihan banget, sampai teler. Dan paling kesiksa kalau piknik bersama. Tapi juga bikin repot (maaf ya) karena minta buka jendela kalau naik kendaraan. Ini kira-kira bisa sembuh nggak sih?” tulisnya.

Lantas, apakah anak yang masih sering mabuk kendaraan pada usia sekolah mengalami gangguan tertentu?

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa mabuk kendaraan berkaitan dengan sistem keseimbangan tubuh atau sistem vestibular yang berada di telinga bagian dalam. Namun, anak yang mudah mabuk kendaraan bukan berarti mengalami gangguan vestibular atau gangguan sensorik.

Kenapa Anak Bisa Mengalami Mabuk Kendaraan?

Menurut dr. Aisya, saat berada di kendaraan yang bergerak, otak menerima informasi dari mata, telinga bagian dalam, dan sensor posisi tubuh. Ketika informasi tersebut tidak selaras, misalnya telinga merasakan mobil bergerak, tetapi mata hanya melihat bagian dalam mobil yang tampak diam, otak bisa merespons dengan menimbulkan rasa mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah.

Jadi, mabuk kendaraan umumnya merupakan respons tubuh terhadap gerakan, bukan otomatis tanda adanya penyakit atau gangguan perkembangan. Setiap anak juga memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, dan faktor keturunan dapat ikut berperan.

Mabuk kendaraan sering kali berkurang seiring bertambahnya usia. Menurut dr. Aisya, keluhan ini biasanya mulai muncul setelah anak berusia 2 tahun dan cukup sering terjadi pada usia sekolah. Kerentanan terhadap mabuk kendaraan mencapai puncaknya sekitar usia 7–12 tahun, kemudian cenderung berkurang selama masa remaja.

“Jadi, kalau anak berusia 10 tahun masih mudah mabuk kendaraan, sebenarnya hal ini masih cukup wajar. Tidak tepat jika kita menganggap bahwa pada usia tersebut anak seharusnya sudah tidak mabuk kendaraan,” ucap dr. Aisya saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Meski begitu, kondisi setiap anak bisa berbeda. Ada anak yang keluhannya membaik saat memasuki usia remaja, tetapi ada juga yang masih mengalami mabuk kendaraan hingga dewasa. Jika keluhan sangat berat, mengganggu aktivitas, atau disertai pusing dan gangguan keseimbangan di luar perjalanan, sebaiknya anak diperiksakan ke dokter.

Cara Mengurangi Mabuk Kendaraan pada Anak

1. Ajak Anak Melihat Pemandangan ke Depan

Ajak anak melihat pemandangan jauh ke depan, bukan terus-menerus melihat ke bawah. Sebaiknya, hindari juga aktivitas membaca buku atau bermain ponsel selama perjalanan karena dapat memperburuk mabuk kendaraan akibat ketidakselarasan informasi yang diterima mata dan sistem keseimbangan tubuh.

2. Pastikan Sirkulasi Udara Baik

Usahakan kabin kendaraan tidak terlalu panas dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika anak mulai merasa mual, orang tua bisa mencari tempat yang aman untuk berhenti sejenak agar anak beristirahat.

3. Perhatikan Makanan Sebelum Perjalanan

Hindari memberikan makanan dalam jumlah terlalu banyak atau makanan berlemak tepat sebelum perjalanan. Namun, jangan pula membiarkan anak bepergian dalam keadaan sangat lapar. Pastikan anak mendapat air minum yang cukup.

4. Pastikan Anak Cukup Tidur

Pastikan anak cukup beristirahat sebelum bepergian dan rencanakan jeda istirahat, terutama jika perjalanan cukup jauh. Jika anak mulai mengeluh mual, jangan memarahinya atau menganggapnya manja. Bantu anak tetap tenang karena kecemasan juga dapat memperburuk keluhan.

5. Konsultasikan ke Dokter jika Keluhan Berat

Jika anak sering mengalami mabuk kendaraan hingga muntah berulang atau sangat lemas, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat menilai apakah anak membutuhkan obat antimabuk yang sesuai dengan usia dan kondisinya. Hindari memberikan obat secara sembarangan karena beberapa jenis obat dapat menyebabkan kantuk dan efek samping lainnya, Moms.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Video: Bus Oksigen Bantu Warga Yang Sesak Akibat Kabut Asap
• 20 jam lalu
0
thumb
KSPN Imbau Aksi Harus Tetap Kedepankan Ketertiban dan Kedamaian
• 18 jam lalu
0
thumb
Kabar Duka, Atlet Pencak Silat Ayudiah Rivana Tridiandinata Meninggal Dunia Pasca Operasi usai Porprov Jateng 2026
• 10 jam lalu
0
thumb
Diduga Lecehkan 8 Siswa SD, Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Massa di Sekolah
• 11 jam lalu
0
thumb
1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Negara Hadir Memutus Rantai Kemiskinan
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.