Moms, mengenalkan bahasa daerah kepada anak sejak kecil bukan sekadar mengajarkan cara berbicara. Bahasa daerah juga bisa menjadi sarana bagi anak untuk mengenal asal-usul keluarga, memahami nilai budaya, hingga belajar menghargai perbedaan.
Psikolog Pendidikan, Gita Aulia Nurani, Ph.D., Psikolog, menjelaskan bahwa ada banyak hal yang bisa diperoleh anak dari proses belajar bahasa daerah, termasuk memahami etika dan tata krama yang berlaku di lingkungan masyarakat.
“Melalui nilai lokal, anak bisa belajar tentang etika dan krama. Terlebih, beberapa daerah menerapkan perbedaan penggunaan bahasa untuk orang yang lebih tua dan yang lebih muda,” ucap Gita kepada kumparanMOM, Rabu (28/10).
Misalnya, dalam sejumlah bahasa daerah, terdapat pilihan kata atau tingkatan bahasa yang digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua. Melalui pengenalan ini, anak dapat belajar menyesuaikan cara berkomunikasi sesuai dengan lawan bicaranya.
Selain memahami tata krama, mengenalkan bahasa daerah juga dapat membantu anak membangun identitas diri yang kuat. Anak bisa lebih mengenal daerah asal keluarganya dan merasa percaya diri dengan latar belakang budayanya.
“Anak juga bisa punya identitas yang kuat dengan daerahnya serta lebih percaya diri dengan asalnya. Nilai toleransi juga bisa dikenalkan melalui bahasa,” tambahnya.
Cara Mengenalkan Bahasa Daerah kepada AnakDi tengah maraknya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, orang tua mungkin bertanya-tanya bagaimana cara mengenalkan bahasa daerah agar anak tetap akrab dengan bahasa leluhurnya.
Menurut Gita, ada beberapa metode yang bisa diterapkan orang tua untuk mengenalkan bahasa daerah kepada anak, di antaranya:
1. Terapkan Metode One Parent, One Language
Metode ini dilakukan dengan membiasakan setiap orang tua menggunakan bahasa tertentu saat berkomunikasi dengan anak. Misalnya, ayah konsisten menggunakan bahasa daerah, sementara ibu menggunakan bahasa Indonesia.
2. Kenalkan Bahasa Daerah lewat Permainan dan Cerita
Orang tua juga bisa mengenalkan bahasa daerah melalui aktivitas bermain dan cerita, seperti permainan tradisional, dongeng, atau cerita rakyat dari daerah asal keluarga.
“Bermain dan cerita adalah dunianya anak-anak. Mereka akan mudah menginternalisasi bahasa baru dengan cara yang mereka sukai,” imbuh Gita.
Melalui aktivitas tersebut, anak tidak hanya belajar kosakata baru, tetapi juga berkesempatan mengenal sejarah dan budaya daerahnya dengan cara yang menyenangkan.






Komentar (0)