NasDem Dalami Pemikiran Bung Hatta, Perkuat Etika dan Integritas Kader

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Dalam rangkaian HUT ke-15 Partai NasDem sekaligus peringatan Hari Sumpah Pemuda, Partai NasDem menggelar diskusi termasuk membedah pemikiran Mohammad Hatta tentang etika negarawan, demokrasi, dan keadilan sosial sebagai upaya memperkuat karakter serta integritas kader.

Kelas Khusus Sekolah Pemikiran Bung Hatta digelar di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (28/10), bekerja sama dengan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) serta Yayasan Hatta.

Kegiatan ini diikuti 50 kader NasDem yang menduduki posisi pimpinan maupun anggota legislatif dari wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Empat tema dibahas dalam kelas tersebut, yakni Etika Negarawan, Kemakmuran dan Keadilan Sosial, Pendidikan dan Kebudayaan, serta Politik dan Demokrasi.

Ketua Yayasan Hatta, Halida Hatta, mengatakan pemikiran Bung Hatta relevan sebagai landasan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan masyarakat.

“Bagaimana seorang pemimpin mempunyai visi dan misi untuk kenegaraan dan kemasyarakatan. Ini penting untuk membangun jiwa bangsa, karakter bangsa, dan karakter diri untuk menjadikan Indonesia bermartabat dan berkualitas hidupnya,” ujar Halida dalam keterangannya.

Menurut dia, forum ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan upaya membangun semangat bela bangsa dan mengembangkan pemikiran kritis melalui gagasan para pendiri bangsa.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim, mengatakan kelas tersebut merupakan kelas mandiri pertama dalam program Sekolah Pemikiran Bung Hatta. NasDem, kata dia, terus mengembangkan tradisi diskusi dan literasi di NasDem Tower.

“Ini terus-menerus kami upayakan di NasDem Tower, baik diskusi buku, bedah buku maupun bedah film sebagai bagian dari upaya kami menuju partai modern yang sesungguhnya,” kata Hermawi.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LP3ES, Fahmi Wibawa, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurut dia, partai politik modern perlu membangun tradisi riset, literasi, serta kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan etika.

“Partai politik yang modern adalah partai politik yang punya kultur teknokrasi, punya kultur riset, punya kultur literasi,” ujar Fahmi.

Ia menilai pendidikan politik berbasis karakter penting di tengah tantangan keteladanan dan dinamika politik menjelang pemilu.

Melalui kegiatan ini, NasDem berupaya menghadirkan kembali pemikiran Bung Hatta sebagai khazanah bangsa sekaligus bahan refleksi bagi kader dalam menjalankan tanggung jawab politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Laba Produsen Chip Memori SK Hynix Melonjak 632 Persen pada Kuartal III-2026
• 12 jam lalu
0
thumb
1.249 Polantas Dikerahkan Atur Lalu Lintas Jakarta Selama Demo 28 Oktober
• 11 jam lalu
0
thumb
BPJS Kesehatan: Rp5,1 Triliun Dana Bantuan JKN Cair, Sisanya Menyusul
• 8 jam lalu
0
thumb
Peruri Siapkan Ekosistem Digital Nasional Hadapi Era Post-Quantum Cryptography
• 3 jam lalu
0
thumb
Tiket Konser Syahrini Rp35 Juta Ludes Terjual, Begini Kata Promotor
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.