Palangka Raya (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi setempat terus dilakukan termasuk melalui pengerahan bantuan personel bawah kendali operasi (BKO), khususnya dari Korps Brigade Mobil (Brimob).
"Penguatan personel tersebut diharapkan mendukung upaya pemadaman, patroli dan pengawasan di daerah yang masih menghadapi ancaman kebakaran," katanya di Palangka Raya, Rabu.
Sebanyak tiga kompi personel Brimob telah dibagi untuk memperkuat sejumlah wilayah prioritas penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Dia menambahkan, penanganan masih terus diintensifkan, terutama di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Barat termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, petugas pemadam dan masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru.
Kewaspadaan perlu dipertahankan meskipun hujan mulai turun, mengingat potensi cuaca panas pada pekan berikutnya dapat kembali meningkatkan risiko kebakaran.
“Saya melihat curah hujan cukup lama dan banyak titik yang sudah padam, tetapi masih ada beberapa titik yang perlu kita antisipasi,” terangnya.
Adapun Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng menyatakan berdasarkan laporan harian, Selasa, luas area karhutla yang ditangani dalam kurun waktu 24 jam terakhir mencapai 37,94 hektare.
Upaya penanganan di lapangan terus dilakukan melalui pemadaman, pendinginan, dan patroli secara berkala oleh satgas karhutla. Langkah ini bertujuan mencegah api meluas, memastikan titik-titik kebakaran segera tertangani, serta mengurangi risiko munculnya kembali titik api di area yang telah dipadamkan.
Sebagai langkah mitigasi mengantisipasi kondisi kekeringan dan potensi meningkatnya risiko kebakaran, Satgas Karhutla bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI Angkatan Udara kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pada sortie pertama, pesawat Casa 212-200/A-2105 melaksanakan penyemaian bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 10.000 kaki dengan sasaran wilayah Kabupaten Pulang Pisau bagian selatan dan Kabupaten Katingan bagian selatan.
Pelaksanaan OMC merupakan salah satu upaya mitigasi untuk mendukung potensi pembentukan hujan di wilayah sasaran. Operasi ini dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan hasil analisis cuaca, sehingga pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi meteorologis yang berkembang.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Palangka Raya, kondisi atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah saat ini mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin, serta pertemuan angin di sejumlah wilayah.
BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur dan Katingan.
Baca juga: Kalteng bantu lengkapi sarpras penanganan karhutla 16 tim kelurahan
Baca juga: TNI AL persiapkan pilot Puspenerbal tangani karhutla
Baca juga: Polda Kalsel percepat penegakan hukum karhutla tangani 30 laporan
"Penguatan personel tersebut diharapkan mendukung upaya pemadaman, patroli dan pengawasan di daerah yang masih menghadapi ancaman kebakaran," katanya di Palangka Raya, Rabu.
Sebanyak tiga kompi personel Brimob telah dibagi untuk memperkuat sejumlah wilayah prioritas penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
Dia menambahkan, penanganan masih terus diintensifkan, terutama di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kotawaringin Barat termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, petugas pemadam dan masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru.
Kewaspadaan perlu dipertahankan meskipun hujan mulai turun, mengingat potensi cuaca panas pada pekan berikutnya dapat kembali meningkatkan risiko kebakaran.
“Saya melihat curah hujan cukup lama dan banyak titik yang sudah padam, tetapi masih ada beberapa titik yang perlu kita antisipasi,” terangnya.
Adapun Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng menyatakan berdasarkan laporan harian, Selasa, luas area karhutla yang ditangani dalam kurun waktu 24 jam terakhir mencapai 37,94 hektare.
Upaya penanganan di lapangan terus dilakukan melalui pemadaman, pendinginan, dan patroli secara berkala oleh satgas karhutla. Langkah ini bertujuan mencegah api meluas, memastikan titik-titik kebakaran segera tertangani, serta mengurangi risiko munculnya kembali titik api di area yang telah dipadamkan.
Sebagai langkah mitigasi mengantisipasi kondisi kekeringan dan potensi meningkatnya risiko kebakaran, Satgas Karhutla bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI Angkatan Udara kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pada sortie pertama, pesawat Casa 212-200/A-2105 melaksanakan penyemaian bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 10.000 kaki dengan sasaran wilayah Kabupaten Pulang Pisau bagian selatan dan Kabupaten Katingan bagian selatan.
Pelaksanaan OMC merupakan salah satu upaya mitigasi untuk mendukung potensi pembentukan hujan di wilayah sasaran. Operasi ini dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan hasil analisis cuaca, sehingga pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kondisi meteorologis yang berkembang.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Palangka Raya, kondisi atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah saat ini mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, belokan angin, serta pertemuan angin di sejumlah wilayah.
BMKG juga memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur dan Katingan.
Baca juga: Kalteng bantu lengkapi sarpras penanganan karhutla 16 tim kelurahan
Baca juga: TNI AL persiapkan pilot Puspenerbal tangani karhutla
Baca juga: Polda Kalsel percepat penegakan hukum karhutla tangani 30 laporan






Komentar (0)