Fore Coffee Akui Web Pengelola Pelanggannya Dibobol Hacker, 5,7 Juta Data Bocor

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Platform pengelola data pelanggan milik Fore Coffee (PT Fore Kopi Indonesia) diakses tanpa izin oleh penyusup dan menyebabkan 5,7 juta akun pelanggan bocor. Fore menyebut telah mengambil langkah untuk menyetop akses tersebut sekaligus mengamankan sistem dalam kurun waktu 24 jam.

Belum diketahui penyebab pasti kejadian tersebut. Pihak Fore memastikan telah melakukan serangkaian tindakan untuk memutus akses tak dikenal ini.

"Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami," ujar Vico Lomar, Chief Executive Officer (CEO) PT Fore Kopi Indonesia Tbk.

"Fokus kami saat ini adalah mendukung pelanggan yang terdampak, menyelesaikan investigasi secara menyeluruh, dan memastikan bahwa pembelajaran dari kejadian ini diterjemahkan menjadi penguatan nyata terhadap sistem dan tata kelola keamanan kami."

Jenis data yang terdampak berbeda untuk setiap pelanggan dan dapat mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar pada aplikasi Fore, hashed PIN, serta riwayat pembelian melalui aplikasi Fore.

Kendati demikian Fore memastikan pihaknya tak menyimpan jenis data berupa NIK para pelanggannya.

"Aplikasi Fore tidak pernah meminta dan menyimpan informasi NIK dan foto KTP. Selain itu, kami tidak pernah menyimpan informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit atau debit yang disimpan pada platform terpisah, sehingga tidak ada dampak terhadap data tersebut," jelas Fore dalam keterangan tertulis.

Fore juga telah menunjuk konsultan keamanan siber profesional untuk melakukan investigasi forensik lebih lanjut terhadap aplikasi Fore, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lainnya yang relevan. Investigasi tersebut masih berlangsung.

Fore telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) serta akan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga menghubungi pelanggan yang terdampak secara langsung dan meminta para pelanggan yang menerima pemberitahuan untuk segera mengganti PIN akun Fore atau membuat PIN bila belum ada, serta mengganti akun lain yang menggunakan PIN yang sama.

Fore juga telah menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk proses masuk ke akun aplikasi melalui perangkat baru, sebagai lapisan keamanan tambahan untuk melindungi akun pelanggan. Hingga saat ini, kami tidak menemukan indikasi bahwa informasi yang diakses tersebut telah disalahgunakan.

Pelanggan juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap telepon, SMS, email, maupun pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Fore dan jangan memberikan PIN atau kode OTP kepada siapa pun.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gerindra, PDIP, Golkar, dan Demokrat Kompak Kawal Pembangunan Sidoarjo
• 20 menit lalu
0
thumb
Timnas Indonesia U-17 Bungkam Malaysia 2-0, Modal Positif Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027
• 1 jam lalu
0
thumb
Barcelona Dijatuhi Denda 602 Euro Atas Kasus Julian Alvarez
• 18 jam lalu
0
thumb
Krizna Fahrezi Buka-bukaan Penyebab Tak Lagi Kerja Bareng Ayu Ting Ting
• 5 jam lalu
0
thumb
Terima Dubes UEA, Gubernur Bobby Nasution Tawarkan Peluang Investasi dan Kerja Sama Strategis
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.