CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Gunung Anak Krakatau diguncang gempa, Rabu (28/10).Periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Sepanjang rentang waktu tersebut, gunung api aktif ini mencatatkan enam kali gempa dengan durasi bervariasi hingga 35 detik.
Berdasarkan data yang dihimpun dari akun resmi Instagram @bpbdlampung pada Rabu (28/10/2026), rincian aktivitas kegempaan meliputi enam kali gempa hembusan.
"Enam kali gempa Hembusan dengan amplitudo 41-49 mm, dan lama gempa 20-35 detik," demikian dikutip dari akun Instagram @bpbdlampung.
Selain gempa hembusan, BPBD Lampung melalui laporan yang dikutip dari Metrotvnews.com turut memerinci jenis aktivitas vulkanik lainnya. Tercatat satu kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 28 mm berdurasi 15 detik.
Selanjutnya, terekam empat kali gempa Hybrid atau Fase Banyak dengan amplitudo 38-48 mm serta durasi 15-25 detik, di mana gelombang S-P tidak teramati. Aktivitas juga ditandai dengan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo antara 5 hingga 50 mm, yang didominasi pada angka 10 mm.
Sementara itu, kondisi visual di sekitar lokasi menunjukkan gunung api tertutup kabut pada tingkat 0 hingga III, sementara asap kawah kepulan tidak teramati secara langsung. Kondisi cuaca terpantau berawan dengan hembusan angin bertiup sedang ke arah barat laut.
Mengingat potensi bahaya yang ada, pihak berwenang mengeluarkan peringatan tegas. Masyarakat sekitar, pengunjung, wisatawan, serta para pendaki dilarang keras untuk mendekat ataupun beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.





Komentar (0)