Raksasa investasi SoftBank disebut berencana melakukan investasi US$ 50 miliar atau Rp 909 triliun (kurs Rp 18.180 per US$) di Malaysia. Penanaman modal ini disebut-sebut terkait dengan teknologi canggih, akal imitasi (AI) dan data center.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Sabtu (24/10) mengatakan, bahwa ia mengadakan panggilan video dengan CEO SoftBank Masayoshi Son untuk membahasa rencana investasi itu.
“SoftBank berencana menginvestasikan total US$ 50 miliar di industri-industri canggih, sepetti AI dan pusat data,” kata Anwar dikutip dari Bloomberg.
Anwar juga mengatakan bahwa CEO SoftBank telah mengidentifikasi lokasi penanaman modal di Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak di pulau Kalimantan, dan daerah-daerah di Semenanjung Malaysia.
Investasi yang direncanakan ini dilakukan seiring dengan upaya Malaysia untuk menjadi ‘negara AI’ pada 2030, dengan pemerintah meluncurkan rencana aksi AI nasional awal tahun ini untuk memperkuat kemampuan dan infrastruktur AI negara tersebut.
Awal bulan ini, SoftBank menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan Grab yang berbasis di Singapura dan Petroleum Sarawak Berhad dari Malaysia untuk menjajaki pengembangan AI dan infrastruktur digital di Sarawak, termasuk layanan komputasi AI dan teknologi canggih.





Komentar (0)