Jakarta: Industri perikanan Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat pasar domestik dan internasional seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku berkualitas di sektor kuliner dan perhotelan. Salah satu komoditas yang berpotensi dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut ialah ikan tilapia atau nila.
Potensi tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kegiatan pengenalan produk tilapia premium kepada pelaku industri kuliner dan perhotelan di Legian, Bali. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, chef, dan pemangku kepentingan untuk membahas kualitas bahan baku, konsistensi produk, serta kebutuhan dapur profesional.
President Director Regal Springs Indonesia Rudolf Hoeffelman mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perikanan, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional maupun sebagai pemasok bahan baku bagi industri kuliner dalam negeri.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perikanan, baik sebagai pemasok bagi pasar internasional maupun sebagai sumber bahan baku untuk industri kuliner domestik. Melalui KING Tilapia, kami ingin membuka lebih banyak ruang untuk berdiskusi dengan para chef dan pelaku hospitality mengenai bagaimana diferensiasi kualitas ikan Tilapia premium dapat diterapkan untuk kebutuhan dapur profesional," ujar Rudolf, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 28 Oktober 2026.
Tilapia menjadi salah satu pilihan bahan baku ikan putih (white fish) yang dapat diolah menjadi beragam hidangan. Karakteristik daging, konsistensi ukuran, tekstur setelah dimasak, dan tingkat hasil masakan menjadi sejumlah pertimbangan bagi pelaku usaha kuliner dalam menentukan bahan baku.
Rudolf mengatakan, tilapia premium dapat dieksplorasi untuk berbagai kebutuhan kuliner, terutama dengan mempertimbangkan konsistensi hasil hidangan dan efisiensi biaya per menu.
Dalam kegiatan tersebut, chef dan pelaku industri juga membahas penerapan standar kualitas ikan, mulai dari praktik budi daya, ukuran, pengolahan, sertifikasi, hingga performa kuliner. Aspek tersebut dinilai relevan bagi operasional hotel dan restoran yang membutuhkan bahan baku dengan karakteristik konsisten untuk menjaga kualitas hidangan.
Baca Juga :
PNBP hingga Ekspor Meningkat, Sektor Kelautan dan Perikanan Tunjukkan Kinerja Positif di 2 Tahun Prabowo-Gibran(Regal Springs memperkenalkan KING Tilapia premium di Legian, Bali. Foto: dok Regal Springs)
Jadi peluang pengembangan perikanan
Di tingkat nasional, tilapia juga menjadi bagian dari perdagangan ekspor perikanan Indonesia. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor tilapia Indonesia meningkat 14,4 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan nilai perdagangan komoditas tilapia di pasar internasional. Penguatan daya saing industri perikanan tetap berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha menjaga kualitas produk, memenuhi standar pasar tujuan, serta mempertahankan konsistensi pasokan.
Selain nilai ekonominya, tilapia merupakan sumber protein dan mengandung vitamin D3 serta sejumlah nutrisi lainnya. Dalam proses produksi, penerapan standar budidaya dan pengolahan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas produk perikanan.
Salah satu pelaku industri, Regal Springs, menyebut rantai produksinya menerapkan sejumlah standar dan sertifikasi, antara lain Aquaculture Stewardship Council (ASC), Best Aquaculture Practice (BAP), BRCGS, IFS, dan sertifikasi halal.
Perusahaan tersebut mulai beroperasi di Indonesia pada akhir 1988 dan memulai budidaya tilapia di Danau Toba, Sumatera Utara, pada 1998. Kegiatan usahanya mencakup pembenihan, budidaya, dan pengolahan untuk memasok produk tilapia ke sejumlah pasar internasional, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Pengembangan industri tilapia menjadi salah satu bagian dari peluang sektor perikanan Indonesia untuk memperluas pasar. Pemenuhan standar kualitas, penguatan rantai produksi, dan kemampuan memasok kebutuhan pasar menjadi aspek penting dalam mendukung daya saing komoditas perikanan nasional.





Komentar (0)