Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026) untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kota.
Aksi demonstrasi yang bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama aliansi mahasiswa, buruh, serta elemen masyarakat sipil lainnya.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi di muka umum merupakan bagian sah dari dinamika demokrasi di Indonesia. Kendati demikian, ia mengingatkan para peserta aksi agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum di sekitar jantung ibu kota.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya berharap, sungguh berharap bahwa demo yang terjadi apakah hari ini atau selanjutnya itu bisa berlangsung dengan baik, tertib, dan tidak mengganggu kenyamanan publik," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (28/10).
Ia juga menambahkan bahwa Jakarta sebagai ruang publik terbuka menyambut baik iklim demokrasi yang damai tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya.
“Saya berharap betul bahwa kepolisian dibantu dengan TNI dan tentunya kita semua menjaga agar besok demonstrasi yang terjadi di Jakarta, kalau memang ada, berlangsung dengan happy-happy, nyaman-nyaman aja,” kata Pramono.
5 Sektor Tuntutan Massa AksiDalam rencana aksinya, aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil membawa lima isu utama:
-
Sektor Lingkungan: Mendesak penetapan status bencana nasional untuk sejumlah bencana ekologis di Indonesia.
-
Sektor Ekonomi: Menuntut pengawasan dan efisiensi APBN agar memprioritaskan kebutuhan dasar rakyat.
-
Sektor Pendidikan: Mengusulkan penurunan biaya pendidikan tinggi serta perbaikan pemerataan akses layanan.
-
Sektor Reformasi Hukum & Governance: Menuntut penghentian penyalahgunaan hukum dan pemberantasan KKN secara menyeluruh.
-
Sektor HAM & Demokrasi: Menyerukan perlindungan terhadap kebebasan berpendapat dan hak kebebasan bersuara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sekitar koridor Jalan MH Thamrin dan Bundaran HI guna mengantisipasi kepadatan.
Asal Kendaraan Rute Alternatif yang Disarankan Arah Selatan (Semanggi/Kuningan) Lewat Jl. HR Rasuna Said → Jl. Prof. Dr. Satrio → Casablanca / Menteng Arah Barat (Slipi/Tomang) Lewat Jl. Kebon Sirih → Jl. Fachrudin → Jl. KH Mas Mansyur Arah Timur (Cikini/Diponegoro) Lewat Jl. Sultan Agung → Jl. Galunggung → Karet Pasar BaruMasyarakat yang berkegiatan di kawasan Jakarta Pusat diimbau untuk memantau situasi lalu lintas melalui aplikasi navigasi serta memanfaatkan transportasi umum seperti MRT dan TransJakarta yang penyesuaian rutenya dikawal oleh petugas di lapangan.






Komentar (0)