SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir, Disdik Siapkan Langkah Ini

liputan6.com
17 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah banjir kembali merendam SMPN 2 Depok. Rencana tersebut disusun setelah Disdik meninjau langsung kondisi sekolah dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, mengatakan hasil peninjauan menunjukkan adanya sejumlah faktor yang menyebabkan banjir di sekolah tersebut, salah satunya luapan air sungai.

Advertisement

BACA JUGA: Detik-Detik Pembacokan Sopir Taksi Online di Tangerang

"Memang ada luapan air sungai yang posisinya lebih tinggi," ujar Wahid saat ditemui Liputan6.com, Rabu (28/10/2026).

Selain luapan air sungai, Disdik Kota Depok menemukan penyempitan pada outlet saluran air yang terhubung dengan jalan raya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdik bersama DPUPR telah membahas langkah penanganan dalam jangka pendek dan menengah.

"Diambillah tadi langkah jangka pendek dan jangka menengah," terang Wahid.

Wahid menjelaskan, penanganan jangka pendek akan dilakukan dengan menerapkan metode backflow di SMPN 2 Depok. Metode ini bertujuan mencegah air dari saluran meluap dan masuk ke lingkungan sekolah.

"Jadi kita akan membuat backflow seperti katup air yang menahan sehingga luapan air saluran tidak memasuki SMPN 2 Depok," jelas Wahid.

Sementara itu, penanganan jangka menengah akan dilakukan DPUPR Kota Depok melalui normalisasi outlet saluran air yang berada di dekat Puskesmas Depok Jaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas saluran dalam menampung debit air saat hujan deras.

"Tapi dalam jangka pendek kita akan menyelamatkan dulu sekolah supaya tidak ada air yang masuk dengan metode backflow," ucap Wahid.

Wahid menambahkan, pengerjaan metode backflow akan segera dilaksanakan. Disdik menargetkan upaya tersebut rampung pada akhir 2026.

"Targetnya November atau Desember sudah selesai sehingga tidak ada lagi kejadian seperti sekarang," ungkap Wahid.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ekonom Dunia Waspadai Inflasi 2027, Harga Energi dan Perang Timur Tengah Jadi Sorotan
• 11 jam lalu
0
thumb
Harga Tiket Museum Sumpah Pemuda, Wisata Sejarah untuk Peringati 28 Oktober
• 18 jam lalu
0
thumb
Richard Lee Bakal Jalani Pemeriksaan di Persidangan, Kuasa Hukum: Momen Terbaik!
• 18 jam lalu
0
thumb
Ancang-Ancang Ekspansi Toyota, dari Mobil Listrik hingga Ekspor ke Australia?
• 18 jam lalu
0
thumb
Mendagri Terbitkan SE Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.