BNPB Kaji Tawaran Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter untuk Tangani Karhutla di Indonesia

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membahas tawaran bantuan operasional dan kerja sama teknologi dari Pemerintah Malaysia untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dukungan tersebut akan dikaji lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan operasi dan kondisi aktual di lapangan.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa, di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/10).

Baca Juga :
Usai Diperiksa, KPK Sita Dokumen Ini dari Sestama BNPB
Di Hadapan Menlu Singapura, Indonesia Janji Prioritaskan Penanganan Karhutla

"Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Malaysia menawarkan dukungan berupa satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi. Tawaran ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk menjajaki dukungan yang dapat menunjang operasi penanganan karhutla di Indonesia," kata Plt Kepala Pusat Data, Infomrasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan resminya, Rabu (28/10/2026).

BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla saat ini dilaksanakan secara terpadu melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Dalam upaya merespons kondisi tersebut, pemerintah telah mengerahkan personel gabungan untuk pemadaman di darat serta armada udara untuk mendukung operasi. Data operasi per (25/10) mencatat sebanyak 71.878 personel darat dan 63 armada udara dikerahkan, terdiri atas 39 helikopter water bombing serta 24 pesawat patroli dan operasi modifikasi cuaca.

Selain dukungan operasional, BNPB dan Pemerintah Malaysia juga menjajaki kerja sama dalam bidang teknologi, meliputi pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi terdampak, strategi pemadaman, riset dan inovasi, koordinasi teknis, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.

Sebagai tindak lanjut, BNPB akan berkoordinasi secara teknis dengan Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia, dengan fasilitasi Kementerian Luar Negeri, untuk membahas kesesuaian bantuan, kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, prosedur keselamatan penerbangan, serta alternatif dukungan apabila asap tebal dan jarak pandang rendah membatasi efektivitas operasi udara.

Baca Juga :
TNI AU Datangkan Hujan Buatan untuk Atasi Karhutla di Sumatera Selatan
Singapura Perkuat UU Kabut Asap, Bidik Perusahaan yang Bertanggung Jawab
Kemenhub: Tidak Ada Bandara Ditutup karena Karhutla

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Leo/Daniel Resmi Mundur dari Hylo Open 2026, Pelatih Ganda Putra Indonesia Ungkap Alasannya
• 18 jam lalu
0
thumb
Ada Aksi Demo di Jakarta, Polisi Minta Masyarakat Cermat saat Terima dan Sebarkan Informasi di Ruang Digital
• 13 jam lalu
0
thumb
Demutualisasi BEI Buka Peluang Tambah Direksi Baru, Bakal Diumumkan Hari Ini
• 13 jam lalu
0
thumb
7 Earphone Bass Mantap di Bawah Rp100 Ribu, Ada untuk Gaming hingga Olahraga
• 5 jam lalu
0
thumb
Gelar Diskusi di Undip, Fraksi Demokrat Ajak Civitas Academica Uji Gagasan PPHN
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.