Sukoharjo, VIVA – Insiden pistol meletus di Gudang Senjata Grup 2 Kopassus, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), yang menewaskan Letda Infanteri Jihad Ahmad Al-Rasyid, terungkap bermula saat proses administrasi serah terima dokumen dan senjata.
Korban saat itu berada di luar gudang, menunggu rekannya yang sedang berada di dalam. Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Infanteri Indra Mardianto menjelaskan, insiden yang terjadi pada Sabtu, (24/10/26), tersebut bukan penembakan yang disengaja seperti informasi yang sempat beredar.
Berdasarkan keterangan sementara dan rekaman kamera pengawas atau CCTV, pistol diduga meletus akibat kelalaian dan ketidaksengajaan.
”Informasi sementara awalnya serah terima beberapa dokumen administratif dan senjata pistol, lokasinya di gudang senjata tersebut,” ujarnya, dikutip Rabu (28/10/26).
Indra menjelaskan, ketika insiden terjadi, Letda Jihad tidak berada di dalam gudang senjata. Ia berada di luar ruangan, sementara seorang rekannya melakukan pengosongan senjata di dalam gudang.
Nahas, pistol tersebut tiba-tiba meletus. Peluru menembus pintu gudang dan mengenai Jihad yang berada di luar hingga menyebabkan perwira pertama TNI AD itu meninggal dunia.
”Terduga berada di dalam gudang melakukan pengosongan senjata, biasanya kokang dengan magazen kosong dan mengarah ke atas atau ke arah yang aman atau ke gun clearing trap. Tiba-tiba senjata meletus mengarah ke pintu, tembus ke arah korban yang berada di luar,” ujar dia.
Indra menegaskan, insiden tersebut merupakan ledakan senjata api jenis pistol di area gudang senjata Grup 2 Kopassus. Ia membantah kabar yang menyebut Letda Jihad tewas ditembak oleh sesama anggota TNI.
”Mengenai kejadian tersebut memang terjadi korban meninggal dunia, namun secara kronologis tidak demikian seperti yang disebutkan dalam berita tewas ditembak,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid di Gudang Senjata Pal (Peralatan) Grup 2 Kopassus, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng), menjadi perhatian.
Kopassus menegaskan perwira mereka tersebut meninggal akibat insiden pistol meledak yang diduga terjadi karena kelalaian dan ketidaksengajaan, bukan penembakan seperti narasi yang beredar di media sosial.
Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, menyebut peristiwa yang terjadi pada Sabtu (24/10/26), itu telah terekam kamera pengawas atau CCTV. Rekaman tersebut diharapkan membantu mengungkap secara jelas apa yang terjadi sebelum insiden yang merenggut nyawa Letda Jihad Ahmad.






Komentar (0)