Jakarta, VIVA – Kuasa hukum korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) Betrand Peto menyinggung soal hasil visum ANW yang sudah keluar sebulan lalu.
Meskipun sudah keluar dan saat ini sudah dipegang oleh pihak kepolisian, namun ANW dan kuasa hukum tidak mengetahui hasilnya.
"Hasil visum ini kan sudah ada di pihak kepolisian, yang mana bahkan hasil visum ini sudah lebih dari sebulan hasilnya," kata tim kuasa hukum ANW kepada awak media, dikutip Rabu (28/10/2026).
"Mungkin semua tahu hasil visum sudah keluar, tapi tidak tahu apa isi dari hasil visum tersebut. Hasil visum sudah keluar, kembali kepada penyidik mau ke mana dibawa arah kasus ini?" lanjutnya.
Pihak ANW mengatakan bila hasil visum tidak segera dirilis setidaknya ia dan korban sudah mengetahui penjelasan mengenai hasilnya.
"Memang penyidik betul-betul netral dan memang penyidik betul-betul mau mengungkap kasus ini dengan seterang-terangnya. Harusnya kita sudah tahu dari kemarin-kemarin hasil visum ini. Kalau pun tidak dipaparkan secara umum kepada media, kita kan bisa dipanggil secara kita kuasa hukumnya," ucapnya.
"Jadi kalau kita sudah tahu apa yang menjadi hasil dari visum tersebut, kita kan enggak perlu lagi untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu dikhawatirkan," lanjutnya.
Nama Betrand Peto masih menjadi perbincangan karena diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) terhadap korban berinisial ANW.
Meskipun proses hukumnya masih berjalan, ANW kerap emndapatkan komentar negatif dari netizen.
Bahkan menurut kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol kliennya kerap disebut halu karena berani melaporkan hal tersebut.
"Yang berseliweran di mana-mana mengatakan dia mengarang, dia halu. Cukup miris kita melihat korban dianggap halu. Terus siapa yang bisa melindungi korban?" Kata Nathaniel kepada awak media, dikutip Selasa (27/10/2026).
Ntahaniel pun menanggapi hal tersebut dengan serius. Ia mengibaratkan dirinya sebagai bukan kuasa hukum dari ANW.
"Saya ingin bicara dalam hal ini bukan hanya sebagai kuasa hukum ANW, tapi sebagai seorang masyarakat, sebagai seorang manusia yang punya rasa kemanusiaan dan punya saudara perempuan, lahir dari rahim perempuan."






Komentar (0)