Malam Mingguan di Maros? Waspada Udara Tidak Sehat

celebesmedia.id
4 hari lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Maros - Warga yang berencana menghabiskan malam Minggu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, perlu mewaspadai kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat, Sabtu (24/10/2026).

Berdasarkan data IQAir yang dipantau pada pukul 16.00 WITA, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Maros berada pada angka 166.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan menunjukkan kondisi udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

Polutan utama yang tercatat adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi 76,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan pada malam hari, termasuk berkendara, berkumpul bersama teman, atau mengunjungi tempat-tempat keramaian di sekitar Maros.

Prakiraan per jam IQAir menunjukkan indeks kualitas udara berpotensi membaik secara bertahap. Pada pukul 18.00 WITA, AQI diperkirakan turun menjadi 153, kemudian 145 pada pukul 19.00 WITA, 138 pada pukul 20.00 WITA, 130 pada pukul 21.00 WITA, dan 122 pada pukul 22.00 WITA.

Meski menunjukkan tren penurunan, angka tersebut masih mengindikasikan kualitas udara yang perlu diwaspadai. Prakiraan ini juga dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan konsentrasi polutan di lapangan.

IQAir mencatat data kualitas udara Maros bersumber dari satu stasiun pemantauan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, kondisi udara di lokasi berbeda dapat bervariasi.

Warga yang tetap ingin beraktivitas di luar ruangan disarankan mengurangi kegiatan fisik berat, terutama jika mengalami batuk, sesak napas, atau iritasi tenggorokan.

Kelompok yang lebih rentan, seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung, perlu mengambil langkah pencegahan lebih ketat.

Menggunakan masker respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau KN95, dapat membantu mengurangi paparan PM2.5 saat berada di luar ruangan.

Warga juga dapat mempertimbangkan mengurangi durasi aktivitas di luar dan memilih kegiatan di dalam ruangan dengan udara yang lebih bersih.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ombudsman Buka Posko Pengaduan TKA 2026: Siswa, Guru, Hingga Orang Tua Bisa Melapor
• 13 jam lalu
0
thumb
Unjuk Rasa di Kawasan Malioboro, Polda DIY Siapkan Personel Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Situasional
• 19 jam lalu
0
thumb
Laba ENRG Melonjak 31 Persen Jadi USD72 Juta hingga September 
• 12 jam lalu
0
thumb
DJP Catat 22.662 Wajib Pajak Masuk Cakupan Pajak Minimum Global
• 17 jam lalu
0
thumb
Video: Produk Ini Bikin Scarlett Raih "Best Body Care Series"
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.