Iran Siap Hadapi Skenerio Perang Besar dengan Dampak Terburuk, Israel Siaga Satu

republika.co.id
2 bulan lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Pemerintah Iran memperingatkan konsekuensi serius apabila apa yang mereka sebut sebagai “agresi brutal Amerika Serikat” terus berlanjut.

Di saat yang sama, Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref menegaskan bahwa negaranya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kemungkinan terburuk dalam dua tahun ke depan.

Baca Juga
  • Terungkap 3 Opsi Terkait Iran yang Dibicarakan Trump dan Netanyahu Secara Tertutup
  • Terungkap Pola Israel Halangi Perdamaian AS-Iran, Sama Persis Perang Irak Iran dan Perjanjian Nuklir
  • Mengapa Iran Serang Negara-Negara Teluk Bukan Israel Langsung? Ini Versi Analis Kuwait

Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (1/8/2026) malam, dikutip Aljazeera, di Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa operasi pertahanan yang dilakukan angkatan bersenjata negara itu akan terus berlanjut.

Teheran menilai blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat serta berbagai tindakan Washington terhadap warga Iran, baik di dalam maupun luar negeri, merupakan pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kementerian tersebut menyatakan bahwa Iran akan menggunakan seluruh instrumen yang dimilikinya untuk menjalankan hak sah membela diri dalam menghadapi serangan Amerika Serikat.

Teheran juga menuduh Dewan Keamanan PBB gagal mengambil langkah efektif untuk menghentikan serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Iran menilai pemerintahan Amerika Serikat sejak awal telah berupaya menggagalkan berbagai kesepahaman yang pernah dicapai dengan Teheran.

Menurut pernyataan itu, komentar Presiden AS Donald Trump mengenai penghentian nota kesepahaman, pencabutan izin penjualan minyak Iran, serta penerapan kembali blokade ekonomi menjadi indikasi adanya “perencanaan sebelumnya” untuk membatalkan kesepakatan dan melanggar hak-hak kedaulatan Iran di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Teheran juga menolak alasan yang digunakan Washington untuk membenarkan serangan terbaru terhadap Iran.

Pemerintah Iran menilai penggunaan insiden yang menimpa tiga kapal pada 8 Juli lalu sebagai dasar penyerangan merupakan “puncak dari upaya menyesatkan opini publik”.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gunung Api di Jawa Meletus, 341 Korban Jiwa-Ada Warga Tewas Saat Sujud
• 12 jam lalu
0
thumb
Jokowi Tak Kunjung Dihadirkan ke Sidang Ijazah, Kuasa Hukum: Hormati Strategi Jaksa
• 22 jam lalu
0
thumb
SD Negeri Karuwisi 2 Makassar Peringati Sumpah Pemuda, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini
• 12 jam lalu
0
thumb
Kemenkop Targetkan Koperasi Miliki Kilang Minyak Goreng Sendiri pada 2027, Petani Sawit Didorong Masuk Industri Hilir
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemilu Serbia dan Brasil: Gelombang Antikemapanan Lintas Benua?
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.