Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul memperkuat ekosistem inovasi, melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemda, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 di Joglo Ageng Waroeng Omah Sawa, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (31/7/2026).
Advertisement
Menurut Yusharto, tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks membutuhkan sinergi lintas sektor agar berbagai hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, Pemda dapat berperan sebagai pengguna (offtaker) berbagai hasil inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi. Sebaliknya, perguruan tinggi juga membutuhkan kemitraan dengan Pemda agar penelitian yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"Bapak dan Ibu dari berbagai fakultas memiliki banyak inovasi yang apabila dikoneksikan dengan perangkat daerah pasti memiliki hubungan dan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.
Yusharto juga menjelaskan, pihaknya terus mendorong kemitraan antara pemda dan perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi hilirisasi inovasi.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih yang melibatkan lebih dari seribu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menginisiasi inovasi di Kabupaten Kepulauan Yapen.





Komentar (0)