Bumi Resources Umumkan Kinerja Keuangan Semester I 2026 

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - PT Bumi Resources Tbk ("Perseroan" atau "Bumi Resources"), eksportir batu bara termal terbesar di dunia dan salah satu perusahaan sumber daya alam terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kinerja keuangan tidak diaudit untuk semester pertama tahun 2026 yang berakhir pada 30 Juni 2026, sebagaimana dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Perseroan mencatatkan kinerja yang kuat pada semester pertama 2026, dengan pendapatan naik 27,9% menjadi US$866,8 juta dan laba sebelum pajak yang lebih dari berlipat ganda secara tahunan menjadi US$104,3 juta. Pertumbuhan produksi, peningkatan efisiensi penambangan, serta pemulihan harga jual rata-rata batu bara turut bergerak searah sepanjang periode ini, sehingga mendorong ekspansi marjin yang signifikan dan peningkatan profitabilitas yang substansial di seluruh lini usaha.

Utama – Kinerja Keuangan (PSAK 111, 1H 2026 vs 1H 2025) 
• Pendapatan: US$866,8 juta vs US$677,9 juta (naik 27,9%)  
• Beban Pokok Pendapatan: US$720,8 juta vs US$570,9 juta (naik 26,3%)  
• Laba Bruto: US$145,9 juta vs US$107,0 juta (naik 36,3%)  
• Beban Usaha: US$62,8 juta vs US$51,7 juta (naik 21,4%) 
• Laba Usaha: US$83,1 juta vs US$55,3 juta (naik 50,3%)  
• Marjin Usaha: 9,6% (vs 8,2%)  
• Laba Sebelum Pajak: US$104,3 juta vs US$51,5 juta (naik 102,5%)  
• Laba Bersih: US$72,3 juta vs US$38,6 juta (naik 87,4%)  
• Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk: US$58,9 juta vs US$20,4 juta (naik 188,4%) 

Hasil ini mencerminkan operating leverage yang kuat: pertumbuhan pendapatan sebesar 27,9% diterjemahkan menjadi pertumbuhan laba usaha sebesar 50,3% dan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 102,5%, dengan marjin usaha meningkat menjadi 9,6% dari 8,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspansi marjin ini didorong oleh peningkatan volume produksi dan penjualan serta perbaikan signifikan pada efisiensi penambangan, dengan strip ratio membaik menjadi 7,5x dari 8,1x dan volume pengupasan tanah penutup (overburden) relatif stabil secara tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan berhasil memproduksi lebih banyak batu bara tanpa peningkatan volume pengupasan tanah penutup yang signifikan. 

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 188,4% menjadi US$58,9 juta, melampaui pertumbuhan laba bersih secara keseluruhan. Hal ini sebagian mencerminkan kontribusi laba tambahan dari aset Perseroan di Australia, yang belum menjadi bagian dari basis pembanding pada periode yang sama tahun sebelumnya. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Dugaan TPPU Febrie Adriansyah: Kejagung Periksa 24 Saksi dan Tetapkan Tersangka Baru
• 17 jam lalu
0
thumb
Penyelundupan 26 Kg Ekstasi Digagalkan Bea Cukai Soeta, Pelaku Pilot Asal Malaysia
• 11 jam lalu
0
thumb
Polisi Kerahkan K9 Buru Jejak Pelaku Pembunuhan Satpam Jatiluhur
• 3 jam lalu
0
thumb
Tiga Inovator Turatea Bersinar di PKN II, Inovasi Jeneponto Menjadi yang Terbaik di Sulawesi Selatan
• 12 jam lalu
0
thumb
Meet Nite Fest 2026: Sajikan Hiburan Musik, Stand Up Comedy, hingga Kuliner UMKM
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.