KOMPAS.com - Dompet Dhuafa melalui program Bestian Sama Yatim (BesTeam) menggelar Indonesia Dream Festival 2026 di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (26/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Mengusung tema 1000 Dreams, One Festival, kegiatan tersebut menghadirkan ruang edukasi, pengembangan bakat, serta layanan kesehatan bagi 100 anak yatim dan dhuafa dari berbagai daerah.
Wakil Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa, Herdiansyah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut hadir untuk meruntuhkan dinding pembatas yang sering kali menyurutkan langkah anak-anak yatim dalam meraih cita-citanya.
“Ada satu dari sembilan anak yang menghadapi berbagai tantangan untuk menunjukkan prestasinya. Hari ini, Dompet Dhuafa bersama mitra kebaikan berupaya mendorong adik-adik untuk kembali berprestasi, mewujudkan harapan, serta menghidupkan kembali mimpi-mimpi mereka,” ujar Herdiansyah dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (31/7/2026).
Baca juga: Konsisten Dampingi Anak Yatim hingga Sediakan Warung Sembako Gratis, Yan Budi Diapresiasi Bupati Purworejo
Festival tersebut dirancang sebagai ruang aman dan penuh kegembiraan yang memadukan edukasi, budaya, serta pengalaman interaktif melalui lima zona utama, yakni Talent Zone, Bestian Kindness Zone, Dream Zone, Play Zone, dan Care Zone.
Melalui berbagai zona tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengembangkan bakat, menumbuhkan kepedulian sosial, mengenal berbagai profesi, bermain permainan tradisional, hingga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan mata dan tumbuh kembang.
Salah satu peserta, Rifki (10), anak yatim asal Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), memanfaatkan layanan pemeriksaan mata gratis yang disediakan melalui kolaborasi Dompet Dhuafa, Rumah Sakit (RS) Mata Achmad Wardi, dan Bank Jago Syariah.
Bocah kelas 4 sekolah dasar (SD) yang dibesarkan oleh neneknya itu mengaku, matanya kerap terasa buram ketika membaca buku terlalu lama.
Baca juga: Paparan Sinar Matahari Bisa Hambat Mata Minus pada Anak, Kata Dokter
Setelah menjalani pemeriksaan di Care Zone, Rifki pun mendapat sepasang kacamata gratis untuk membantu aktivitas belajarnya.
Beranjak dari Care Zone, langkah kaki Rifki tertahan lama di Dream Zone. Dengan penuh rasa ingin tahu, ia mengamati berbagai stan profesi yang dipamerkan.
Area Dream Zone memberikan pengalaman eksploratif kepada anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengenal berbagai profesi, keterampilan, serta peluang masa depan sehingga mereka memiliki keberanian untuk bermimpi dan mulai mengenali potensi dirinya.
“Saya suka sekali dengan ilmu science. Kalau besar nanti, saya mau jadi ilmuwan!” tegas Rifki.
Sementara itu, panggung Talent Zone menampilkan para finalis Indonesia Dream Talent dari berbagai daerah. Salah satunya, Elfano (8), siswa kelas 2 SD asal Semarang yang meraih juara II kompetisi menyanyi setelah membawakan lagu Cinta Untuk Mama.
Baca juga: Jane Callista Juarai Kompetisi Menyanyi Internasional di Amerika
Bagi Elfano, lagu tersebut bukan sekadar nyanyian, melainkan hembusan kerinduan dan persembahan cinta untuk ibunya, Hani, yang berjuang bersama neneknya sejak ayahnya meninggal dunia saat Elfano berusia empat tahun.
Hani mengatakan, ia terus mendampingi putranya mengembangkan bakat bernyanyi sejak ayah Elfano meninggal dunia.






Komentar (0)