Danantara Belum Rilis Laporan Keuangan, Ini Penjelasan Dony Oskaria

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menjelaskan alasan laporan keuangan belum dipublikasikan karena masih dalam proses konsolidasi dan audit.

Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, ia menyebut penyusunan laporan keuangan Danantara merupakan yang pertama kali dilakukan, setelah seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berada dalam satu holding.

Menurut dia, proses penyusunan laporan keuangan Danantara jauh lebih kompleks dibandingkan laporan keuangan perusahaan pada umumnya, karena harus menggabungkan laporan dari seluruh BUMN sekaligus melakukan eliminasi transaksi antarperusahaan.

"Laporan keuangan Danantara itu kan hasil konsolidasi daripada BUMN dan ini adalah pertama kali BUMN melakukan laporan konsolidasi," ujar Dony.

Ia menjelaskan, sebelumnya masing-masing BUMN menyusun laporan keuangannya secara terpisah. Namun setelah berada dalam satu holding, seluruh transaksi antarbadan usaha harus dieliminasi agar tidak terjadi pencatatan ganda dalam laporan konsolidasi.

Menurut Dony, proses itu memerlukan waktu karena melibatkan ratusan hingga ribuan entitas yang memiliki transaksi satu sama lain.

Meski demikian, Dony memastikan proses penyusunan laporan keuangan dilakukan secara transparan dan tidak ada informasi yang ditutup-tutupi.

"Prosesnya tentu membutuhkan waktu lama. Tetapi pada dasarnya kalau kita mau melihat tentu kita bisa melihat, kalau per individu tentu kita bisa melihat laporan masing-masing BUMN," kata dia.

Ia juga mengungkapkan laporan keuangan Danantara saat ini tengah memasuki tahapan pra-audit sebagai bagian dari proses penyusunan laporan keuangan.

Selain itu, Danantara menggandeng konsultan keuangan untuk menyusun struktur akun (chart of accounts) agar laporan keuangan konsolidasi dapat disusun sesuai standar yang berlaku.

Dony optimistis proses penyusunan laporan akan lebih cepat pada tahun-tahun berikutnya setelah pola konsolidasi dan eliminasi transaksi antar-BUMN telah berlangsung.

"Ini tahun pertama kan, setelah ini tentu kalau kita sudah ketemu polanya. Makanya perlu disampaikan juga kepada publik bahwa kalau sudah ketemu polanya pas eliminasi dari seluruh perusahaan ini tahun berikutnya akan jauh-jauh lebih mudah," Dony menambahkan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pesawat Komersial Terbesar di Dunia Siap Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta
• 16 jam lalu
0
thumb
BGN Temukan 414 SPPG Anomali: Uang Masuk ke Rekening, Tapi Dapur Belum Beroperasi
• 1 jam lalu
0
thumb
Presiden Reshuffle Besar-besaran, Kepala Intelijen-Pasukan Elite Ganti
• 9 jam lalu
0
thumb
Prabowo Cari Inovasi Percepat Bangun Rumah, Kirim Tim ke China, India, hingga Mesir
• 17 jam lalu
0
thumb
COIN Rugi Rp39,2 Miliar di Semester I-2026, Kripto Sudah Tak Dilirik?
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.