KEBUMEN, iNews.id – Dapur rumah produksi keripik singkong milik Ngatman di Dukuh Blanakan RT 02 RW 01, Desa Wonodadi, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, ludes terbakar pada Jumat (31/7/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu bara api tungku kayu bakar yang belum sepenuhnya padam setelah proses produksi sehari sebelumnya.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, api diduga berasal dari sisa bara tungku yang digunakan untuk menggoreng keripik singkong pada Kamis (30/7/2026) sore. Bara tersebut diduga memercik melalui cerobong dapur dan menyambar daun-daun kering di bagian atap hingga memicu kebakaran.
"Diduga bara api belum sepenuhnya padam, kemudian menyambar tumpukan daun kering di atas atap melalui cerobong dapur hingga akhirnya memicu kebakaran," kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, dikutip dari iNews Pantura, Jumat (31/7/2026).
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 02.45 WIB oleh seorang warga yang melintas di sekitar lokasi. Saksi melihat kobaran api muncul di bagian atas area penggorengan, tepatnya di sekitar cerobong dapur produksi.
Baca Juga:Demo di Mabes Polri, Mahasiswa BEM UI Diadang hingga Saling DorongWarga kemudian bergegas meminta bantuan masyarakat sekitar untuk memadamkan api. Namun, saat kembali ke lokasi, kobaran api telah membesar dan menghanguskan sebagian bangunan dapur produksi.
Berkat kerja sama warga, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB sebelum merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Petugas Polsek Buayan yang dipimpin Kapolsek Iptu Walali Saebani segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP.
Hasil pemeriksaan menunjukkan meteran listrik dalam kondisi normal sehingga dugaan sementara kebakaran bukan disebabkan korsleting listrik.
Kebakaran menghanguskan dapur produksi, atap di atas tungku penggorengan, tiga tungku kayu bakar, serta berbagai peralatan produksi keripik singkong. Di lokasi tidak ditemukan kompor maupun tabung LPG karena seluruh proses produksi menggunakan kayu bakar.
Akibat peristiwa tersebut, pemilik usaha mengalami kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp10 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
#jateng





Komentar (0)