Ribuan anggota kelompok silat menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan, Surabaya, Jumat (31/7). Aksi ini diduga buntut peristiwa pembacokan debt collector (DC) kepada petugas valet di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (25/7) dini hari.
Pantauan kumparan, massa aksi telah berkumpul di depan Mapolrestabes Surabaya sejak pukul 15.00 WIB. Mereka mayoritas mengenakan seragam silat berwarna hitam serta membawa sejumlah bendera logo perguruan silat.
Satu mobil komando juga terlihat terparkir di depan Mapolrestabes Surabaya. Sementara, petugas gabungan TNI-Polri berjaga di depan gerbang. Salah satu orator di mobil komandan berorasi menenangkan massa yang hadir.
"Mari dulur-dulur merapat, kita buktikan arus bawah PSHT cinta damai, tidak anarkis," ujar orator di depan Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7).
Ia juga menyampaikan terkait permasalahan dugaan pembacokan yang dilakukan oleh oknum debt collector.
"Kami mengkritik aksi debt collector yang melakukan telah kekerasan kepada saudara kami. Yang menjadi kebiadaban premanisme yang berkedok debt collector," ucapnya.
"Kami tidak mengganggu ketertiban, tapi mereka seperti jawara, petantang-petenteng bawa senjata, membabi buta, melakukan tindakan anarkis ke saudara kami," imbuhnya.
Mereka berharap pihak kepolisian untuk mengusut aksi pembacokan yang menimpa petugas valet itu.
"Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan memberikan kepastian hukum. Kami percaya hukum yang adil menjaga kepercayaan publik," kata dia.
Kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, massa aksi perlahan meninggalkan Mapolrestabes Surabaya. Mereka lalu melakukan konvoi menuju markas DC di Jalan Teuku Umar, Surabaya.
Sekitar pukul 16.00 WIB, massa tiba di Jalan Kartini, dekat Jalan Teuku Umar. Mereka memblokade jalan tersebut. Aparat gabungan juga telah melakukan penyekatan di sekitar Jalan Teuku Umar. Sehingga massa tidak sampai masuk ke dalam Jalan Teuku Umar. Saat ini, massa mulai meninggalkan Jalan Kartini.






Komentar (0)