Ussy Pieters Pimpin PAPPRI DKI Jakarta, Perkuat Hak Musisi dan Bangkitkan Lagu Anak

tabloidbintang.com
9 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Ussy Pieters resmi memimpin DPD PAPPRI DKI Jakarta untuk masa bakti 2026-2031. Pelantikan berlangsung di Deheng House, Jalan Taman Kemang No. 32, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (27/7), dengan dihadiri jajaran pengurus PAPPRI, pejabat pemerintah, serta pelaku seni dan musik dari berbagai generasi.

Prosesi pelantikan dipimpin Sekretaris Jenderal DPP PAPPRI Dwiki Darmawan yang mewakili Ketua Umum DPP PAPPRI Tony Wenas. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Franki Raden, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Andhika Permata, serta perwakilan Kementerian Kebudayaan RI.

Dalam sambutannya, Dwiki Darmawan menegaskan bahwa Jakarta memiliki posisi penting sebagai pusat perkembangan industri musik nasional sehingga PAPPRI DKI Jakarta memegang peran strategis dalam membangun ekosistem musik.

"Jakarta adalah barometer nasional sekaligus pusat asimilasi budaya dan ekosistem musik Indonesia. Karena itu, PAPPRI DKI Jakarta memiliki tanggung jawab besar menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus rumah besar bagi penyanyi, pencipta lagu, dan pemusik," kata Dwiki.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi hingga tingkat wilayah sekaligus memberikan perlindungan bagi para pelaku musik.

"Kami berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat ekosistem musik sekaligus melindungi hak-hak para pelaku seni," ujarnya.

Usai dilantik, Ussy Pieters mengungkapkan sejumlah agenda yang akan menjadi fokus selama lima tahun ke depan. Salah satu program unggulannya adalah menghidupkan kembali lagu anak melalui penyelenggaraan lomba cipta lagu anak.

"Lagu anak sekarang sudah sangat minim. Kami ingin menghadirkan kembali karya-karya berkualitas untuk anak-anak Indonesia melalui lomba cipta lagu anak," ujar Ussy.

Selain itu, PAPPRI DKI Jakarta juga akan memperkuat pembinaan bagi penyanyi, pencipta lagu, pemusik, dan komunitas musik, khususnya generasi muda.

"Kami ingin musik Indonesia terus berkembang. Hak cipta harus dihormati, musisi muda harus diberi ruang, dan seluruh pelaku musik harus dapat berkembang bersama," katanya.

Pembina Pesona Seniman Indonesia, Jenderal (Purn.) Tamim Mustopha, menilai pengalaman Ussy Pieters di dunia musik menjadi modal penting untuk membawa organisasi semakin maju.

"Beliau memiliki pengalaman musik yang luar biasa. Saya yakin bisa membawa PAPPRI DKI Jakarta menjadi lebih maju karena memahami kebutuhan para pelaku musik," ujarnya.

Tamim juga berharap kepengurusan baru mampu memperjuangkan sistem pembagian royalti yang lebih terbuka dan adil bagi para pencipta lagu maupun musisi.

"Yang paling penting adalah bagaimana PAPPRI mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Persoalan royalti masih harus diperjuangkan agar pembagian hak ekonomi bagi para pekerja seni semakin transparan dan berkeadilan," katanya.

Sementara itu, Ketua LMK PAPPRI Johnny William Maukar menilai PAPPRI memiliki peran penting dalam mendukung Jakarta menuju kota global melalui penguatan sektor seni dan budaya.

"Ke depan kami akan memperbanyak festival, pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan budaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. PAPPRI siap menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju Global City," ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris DPD PAPPRI DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia Pelantikan, Inge Tirtadjaja, memastikan seluruh pengurus akan segera menjalankan program kerja yang telah disusun. Hal senada disampaikan Bendahara DPD PAPPRI DKI Jakarta Rosarianta yang menegaskan pihaknya akan memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta.

"Kami akan bergerak cepat. Kami ingin menghadirkan lebih banyak panggung bagi musisi Jakarta dan merangkul seluruh genre musik, baik musisi senior maupun generasi muda, agar PAPPRI benar-benar menjadi rumah bersama," ujarnya.

Melalui kepengurusan baru ini, PAPPRI DKI Jakarta menargetkan terciptanya ekosistem musik yang lebih kuat dengan mengedepankan perlindungan hak cipta, transparansi royalti, pembinaan musisi muda, serta pelestarian lagu anak sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kaltara kembangkan proyek strategis kawasan industri hingga PLTA
• 22 jam lalu
0
thumb
Brigjen Pol. Untung Widyatmoko Dimutasi Menjadi Kadivhubinter Polri dalam Rotasi 146 Perwira
• 7 jam lalu
0
thumb
DPRD Kota Bogor Minta Penyaluran Bansos APBD Tidak Sepenuhnya Mengacu DTSEN Selama Data Disempurnakan
• 3 jam lalu
0
thumb
Siapa Wanita yang Ada di Video Penggerebekan Rumah Dinas Diduga Pejabat Lapas? Ini Pengakuannya
• 13 jam lalu
0
thumb
Rugikan Negara Rp15,6 Miliar, Tersangka Korupsi Jasindo Ditahan KPK
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.