HARIAN.FAJAR.CO.ID, SINJAI — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) memperkenalkan teknologi distilasi surya terintegrasi kepada kelompok ibu nelayan di Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai. Program yang dilaksanakan sepanjang Juli 2026 tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan teknologi tepat guna untuk membantu masyarakat pesisir memperoleh air melalui pemanfaatan energi matahari.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas A. Afrinaramadhani Hatta, Putri Damayanti, Mahir, dan Irwandi Rahmat. Dalam pelaksanaannya, tim juga melibatkan tiga mahasiswa sebagai asisten yang mendukung proses persiapan alat, penyampaian materi, pelatihan penggunaan teknologi, hingga pendampingan kepada masyarakat.
Ketua tim menjelaskan, teknologi yang diperkenalkan merupakan alat distilasi surya yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama dalam proses pemurnian air. Teknologi tersebut dirancang sederhana, mudah dioperasikan, serta ramah lingkungan sehingga sesuai diterapkan di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.
Alat distilasi surya bekerja dengan memanfaatkan panas matahari untuk menguapkan air. Uap yang dihasilkan kemudian mengalami proses kondensasi pada permukaan kaca sehingga berubah menjadi tetesan air yang ditampung secara terpisah.
Prinsip kerja tersebut menerapkan konsep dasar distilasi, yakni memisahkan air dari berbagai zat pengotor berdasarkan perbedaan karakteristik penguapan. Karena mengandalkan energi matahari, alat ini tidak memerlukan bahan bakar dalam proses utamanya sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Menurut tim PKM UNM, teknologi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan di kawasan pesisir dan kepulauan yang mendapatkan paparan sinar matahari melimpah, namun masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Selama pelatihan berlangsung, kelompok ibu nelayan mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan antusias. Para peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi penggunaan alat, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pengoperasian serta berdiskusi mengenai peluang pemanfaatan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, terutama terkait cara kerja alat, proses perawatan, hingga kemungkinan penerapan teknologi untuk mendukung kebutuhan rumah tangga di wilayah kepulauan.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari pemerintah desa yang turut memfasilitasi pelaksanaan program. Dukungan tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendorong pemanfaatan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Tim PKM UNM bersama kelompok ibu nelayan Pulau Sembilan menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Universitas Negeri Makassar atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Melalui kegiatan pengabdian ini, UNM berharap teknologi distilasi surya dapat menjadi solusi alternatif yang mudah diterapkan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang hemat energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir dan kepulauan. (adv)






Komentar (0)