Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengajak pengusaha berpartisipasi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).
Hal tersebut dikatakan Bahlil sebelum mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Kadin Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jumat (31/7). Pertemuan itu juga akan membahas proyek di sektor energi.
"Banyak hal lah, pasti hilirisasi, itu pasti, karena ke depan kan program ini yang akan kita lakukan terus. Kemudian pengembangan power plant, lebih khusus kepada solar panel yang kita akan bangun 100 gigawatt," ungkapnya kepada awak media.
Bahlil pun akan mengajak para pengusaha ikut andil dalam pengembangan proyek PLTS, yang diharapkan dapat terlaksana dalam dua tahun mendatang.
"Ini kita akan memberikan opsi kepada beberapa teman-teman pengusaha nasional yang memenuhi syarat untuk bisa ikut mengambil bagian dalam proses pengembangan PLTS ini," tuturnya.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan proyek PLTS 100 GW tahap pertama akan dimulai dalam waktu dekat. Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar Selasa (28/7).
"Kami juga membahas tentang implementasi daripada PLTS 100 GW yang Insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama," ujarnya di kawasan Istana Kepresidenan.
"Jadi ini langsung sudah jalan menyangkut dengan PLTS dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan nanti Bapak Presiden [Prabowo] sendiri yang Insyaallah dalam rencananya akan meresmikan," imbuh Bahlil.
Adapun Kementerian ESDM mulai memprioritaskan pembangunan PLTS sebesar 17 GW sebagai tahap awal dari target besar 100 GW dalam dua tahun ke depan.
Pemerintah akan memprioritaskan pembangunan PLTS di wilayah dengan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik yang masih tinggi, khususnya di sistem kelistrikan milik PT PLN (Persero).






Komentar (0)