jpnn.com, JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi merespons kritikan yang disampaikan berbagai pihak saat Presiden Prabowo Subianto mengatakan ada wartawan, pengamat, dan LSM yang seperti Londo Ireng.
Padahal menurut Hasan, kritik antara masyarakat dan pemerintah seharusnya bisa berlangsung dua arah. Artinya, pemerintah juga disebut boleh melempar kritikan kepada masyarakat.
BACA JUGA: Pengamat Nilai Pernyataan Londo Ireng Menyesatkan & Bermotif Negatif
“Di dunia kritik, di dunia berpendapat seharusnya kebebasan itu berlaku dua arah, anda boleh ngata-ngatain pemerintah, tapi pemerintah juga boleh mengkritik, pemerintah juga boleh dong meluruskan,” ucap Hasan dalam kanal YouTube pribadinya.
Dia menuturkan bahwa masyarakat seharusnya tidak boleh marah ketika juga mendapatkan kritik dari pemerintah termasuk adanya kata Londo Ireng.
BACA JUGA: Pernyataan Prabowo Soal Londo Ireng Bisa Berujung Kemunduran Demokrasi
“Ini yang juga saya bilang kita secara mentalitas, yang pertama tadi suka memaksakan jalan searah menjadi jalan dua arah, dan sebaliknya di jalan yang harusnya dua arah kita,” kata dia.
Eks Kepala President Communication Office itu bilang bahwa kritikan yang disampaikan oleh masyarakat terutama kelompok kritis terhadap Prabowo mulai dari yang sopan hingga tidak sopan.
BACA JUGA: Prabowo Seharusnya Terima Kasih ke Aktivis Hingga Jurnalis, Bukan Melabeli Londo Ireng
Namun, ketika dibalas dengan bahasa Londo Ireng, banyak pihak yang marah dan meradang.
“Kalau Pak Prabowo bilang Londo Ireng langsung meradang-radang marah-marah seolah-olah kita tidak bisa saling menyampaikan pendapat satu sama lain,” tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menuding masih ada Londo ireng di Indonesia yang sekarang memakai identitas sebagai jurnalis hingga LSM.
Londo Ireng sendiri adalah istilah dari bahasa Jawa (gabungan Londo yang berarti orang Belanda dan Ireng yang berarti hitam).
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, pada Kamis (23/7) malam.
Mulanya, Prabowo menyebutkan bahwa ada media yang masing sering mencari-cari kesalahan pemerintah termasuk soal pembangunan sekolah.
Dia menuding bahwa masih ada orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain.
“Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada,” kata dia.
“Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM,” tuding Prabowo. (dit/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi





Komentar (0)