PUNCAK, iNews.id - Krisis pangan melanda tiga distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, setelah kekeringan dan cuaca ekstrem menyebabkan kebun masyarakat gagal panen. Merespons kesulitan masyarakat, Koops TNI Habema mengirim lebih dari 2 ton bahan makanan, obat-obatan, dan tenaga medis untuk membantu warga terdampak.
Tiga wilayah yang menerima bantuan tersebut yakni Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi. Bantuan disalurkan secara bertahap karena lokasi ketiga distrik berada di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau.
Pantauan di lokasi, sejumlah personel Koops TNI Habema terlihat memindahkan logistik dari truk ke dalam pesawat. Tim medis juga telah bersiap dengan membawa perlengkapan kesehatan untuk diterbangkan ke wilayah terdampak.
Komandan Satgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie J Nuhujanan mengatakan, bantuan dikirim setelah pihaknya menerima laporan mengenai krisis pangan dan air bersih.
Baca Juga:Ada Putusan MK, Komisi II DPR Nyatakan Belum Berencana Bahas RUU Pilkada“Beberapa hari lalu kami mendapat laporan krisis dan pangan yang terjadi di Puncak Jaya. Hal ini dampak dari fenomena El Nino yang mengakibatkan kekeringan,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).
Menurut Brigjen Stefie, tiga distrik tersebut mengalami kondisi cuaca cukup ekstrem. Suhu udara yang rendah dan kekeringan berkepanjangan mengganggu pertumbuhan tanaman pangan milik masyarakat.
“Daerah yang terdampak cukup ekstrem dengan suhu udara 2-9 derajat Celsius yang membuat kebun masyarakat gagal panen sehingga terjadi krisis pangan dan air. Kami mendapat perintah dari Pangkoops TNI Habema untuk cepat memberikan bantuan kemanusiaan kepada ketiga distrik yang terdampak kekeringan,” katanya.
Pada pengiriman tahap awal, Koops TNI Habema menyalurkan lebih dari 2 ton kebutuhan pokok. Bantuan tersebut terdiri atas beras, mi instan, susu, biskuit bayi, gula, kacang hijau, dan bahan makanan lainnya.
Logistik diterbangkan secara bertahap menggunakan dua pesawat dan dua helikopter. Pengiriman harus menyesuaikan kondisi cuaca serta tingkat keamanan di setiap lokasi tujuan.
Medan pegunungan yang ekstrem menjadi salah satu kendala dalam proses distribusi. Kondisi cuaca yang cepat berubah juga dapat memengaruhi penerbangan menuju wilayah terdampak.
Baca Juga:HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?Koops TNI Habema menyebut ketiga distrik itu merupakan wilayah terisolasi. Selain faktor geografis, distribusi bantuan juga menghadapi potensi gangguan keamanan berupa ancaman penembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Selain bahan pangan, Koops TNI Habema memberangkatkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat. Pengiriman tim medis dilakukan setelah diterima informasi bahwa sejumlah warga mengalami sakit. Tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan obat-obatan kepada warga yang membutuhkan.
Koops TNI Habema memastikan penyaluran bantuan terus dilakukan secara bertahap hingga kebutuhan masyarakat di tiga distrik dapat terpenuhi. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang mengalami kesulitan mendapatkan bahan makanan dan air bersih akibat kekeringan.
TNI juga akan terus memantau perkembangan kondisi di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi untuk menentukan kebutuhan bantuan pada tahap selanjutnya.
#papua





Komentar (0)