Tabungan Kelas Menengah Terus Menyusut, Simpanan Dolar Orang Kaya Justru Melonjak

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Perbanas mengungkapkan nominal tabungan masyarakat kelompok simpanan di bawah Rp100 juta terus merosot, sementara simpanan pemodal besar dalam valas meningkat.

Tabungan Kelas Menengah Terus Menyusut, Simpanan Dolar Orang Kaya Justru Melonjak.

IDXChannel - Riset Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) mengungkapkan rata-rata nominal tabungan masyarakat pada kelompok simpanan di bawah Rp100 juta terus merosot dalam beberapa tahun terakhir, memicu maraknya fenomena "makan tabungan" untuk memenuhi kebutuhan harian.

Berdasarkan data Perbanas, rata-rata saldo rekening pada segmen di bawah Rp100 juta masih berada di angka Rp3,1 juta per rekening pada 2018. Angka tersebut menyusut menjadi Rp1,8 juta per rekening pada 2024, dan kembali turun hingga menyentuh Rp1,7 juta per rekening per Mei 2026.

Baca Juga:
Simpanan Rekening Tabungan Pelajar Capai Rp29,1 Triliun di Kuartal I-2026

Chief Economist Perbanas, Winang Budoyo mengatakan, meskipun akumulasi total dana simpanan pada segmen tersebut secara umum masih tumbuh, nilai tabungan per individu memperlihatkan tren penurunan yang nyata.

"Artinya lebih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dibandingkan kemampuan mereka untuk mengakumulasi tabungan. Di situlah muncul fenomena yang kami sebut sebagai 'makan tabungan'," ujar Winang dalam Kelas Jurnalis Perbanas (KJP) di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga:
Pemilik Tabungan di Atas Rp3 Miliar Wajib Beli Merah Putih dan Patriot Bonds? Ini Kata Purbaya

Kondisi bertolak belakang terjadi pada kelompok nasabah bermodal besar dengan simpanan di atas Rp10 miliar. Nilai tabungan pada segmen ini terus menunjukkan kenaikan, terutama pada simpanan berdenominasi valuta asing (valas), khususnya dolar Amerika Serikat (AS).

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2026 mencatat jumlah rekening dolar AS melesat 185,5 persen secara year on year (YoY).

Baca Juga:
LPS Ungkap Ada Perlambatan Tabungan Kelas Menengah, Simpanan Orang Kaya Meningkat

Sejalan dengan tren tersebut, total nominal simpanan valas bertumbuh dua digit hingga mencapai Rp1.741,46 triliun, atau naik 19,5 persen YoY.

Menurut Winang, lonjakan simpanan valas ini dipicu oleh dorongan pemilik modal untuk mencari aset lindung nilai (hedging) di tengah dinamika pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Karena rupiah melemah, masyarakat mencari rasa aman dengan menyimpan uangnya dalam bentuk dolar," kata Winang.

Meski begitu, Winang menambahkan, pengalihan instrumen simpanan ini tidak mengubah esensi perputaran uang secara mendasar, melainkan menjadi langkah preventif nasabah dalam menjaga nilai riil aset mereka.

"Dari sisi perputaran uang sebenarnya tetap sama. Hanya saja, dana tersebut dikonversi dari rupiah ke dolar untuk menjaga keamanan nilai uang mereka," kata Winang. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bangun Soliditas Pranata Humas, Kemendagri Perkuat Konsolidasi dan Kompetensi
• 4 jam lalu
0
thumb
Nikita Mirzani Diduga Diintimidasi Oknum Kanwil, Buntut Posting Soal Eks Jampidsus
• 8 jam lalu
0
thumb
Denny Sumargo Buka Suara soal Video Sarwendah, Janji Undang Ruben Onsu untuk Klarifikasi Meski Ada Kendala ini
• 16 jam lalu
0
thumb
Piala AFF 2026: Media Vietnam Prediksi Timnas Indonesia Menang Lebih dari Tiga Gol Vs Timor Leste
• 14 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sebut Konflik Selat Hormuz Berpotensi Berlangsung Lama
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.