Laba Semester I-2026 Lampaui Ekspektasi, Simak Proyeksi Terbaru Saham TINS

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT Timah Tbk (TINS) melonjak pada Jumat (31/7/2026), melampaui area teknikal penting, ditopang lonjakan laba semester I-2026.

Laba Semester I-2026 Lampaui Ekspektasi, Simak Proyeksi Terbaru Saham TINS. (Foto: PT Timah)

IDXChannel - PT Timah Tbk (TINS) melonjak pada Jumat (31/7/2026), melampaui area teknikal penting, ditopang lonjakan laba semester I-2026 yang jauh melampaui ekspektasi serta prospek harga timah dunia yang masih menguat.

BRI Danareksa Sekuritas menilai kombinasi sentimen fundamental dan teknikal tersebut membuka peluang berlanjutnya tren bullish saham TINS.

Baca Juga:
DEWA Dinilai Masuk Fase Pertumbuhan Baru, Simak Target Teranyar

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TINS melonjak 6,46 persen ke level Rp3.790 per unit pada perdagangan Jumat (31/7/2026) hingga pukul 10.28 WIB.

Kenaikan tersebut sekaligus mengonfirmasi breakout di atas level resistance Rp3.750 dengan dukungan lonjakan volume transaksi, yang mencerminkan kuatnya minat beli investor.

Baca Juga:
Transformasi Chandra Asri (TPIA) Diyakini Dongkrak Nilai Jangka Panjang

Dari sisi teknikal, pergerakan saham TINS juga semakin solid.

Harga mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan (MA) 20 hari dan MA200, sementara indikator MACD kembali bergerak ke zona positif. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum kenaikan masih berpotensi berlanjut.

Baca Juga:
Garuda (GIAA) Buka Suara soal Rencana Konsolidasi dengan Pelita Air

Selama mampu mempertahankan level Rp3.750 sebagai area support baru, BRI Danareksa memperkirakan TINS berpeluang melanjutkan penguatan menuju target resistance di Rp4.180.

Jika momentum tetap terjaga, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan hingga kisaran Rp4.430.

Optimisme tersebut turut diperkuat oleh kinerja fundamental perseroan.

Sepanjang semester I-2026, TINS membukukan laba bersih sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 805 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dari estimasi laba bersih TINS untuk sepanjang 2026.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) timah, peningkatan volume penjualan, serta ekspansi margin laba yang lebih tinggi.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari pasar global.

Harga timah tiga bulan di London Metal Exchange (LME) mendekati USD55.000 per ton setelah operasi Yinman Mine milik Xingye Silver & Tin di China dihentikan sementara akibat insiden keselamatan.

Tambang tersebut menyumbang sekitar 3 persen dari pasokan timah global.

Penghentian operasi memicu kekhawatiran terhadap pengetatan pasokan, sehingga memperkuat prospek harga timah dunia dan menjadi katalis tambahan bagi kinerja serta pergerakan saham TINS ke depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eks Lahan Terbuka Tanah Merah Depok Disulap Jadi Markas TNI
• 17 jam lalu
0
thumb
Persik Kediri Datangkan Lima Pemain Lokal Baru
• 5 jam lalu
0
thumb
ONIC melaju ke semifinal MSC EWC 2026 usai singkirkan wakil Turki
• 20 jam lalu
0
thumb
Astra Agro Gunakan Pupuk Hayati di Kebun Sawit untuk Kurangi Emisi Karbon dan Jaga Produktivitas
• 13 jam lalu
0
thumb
Kejagung tetapkan Nurman Herin tersangka baru kasus TPPU Febrie
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.