Hari Ini Rupiah Menguat Jadi Rp18.074 per Dolar AS

tvonenews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 37 poin atau 0,20 persen menjadi Rp18.074 pada Jumat (31/7/2026).

Namun rupiah diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor Bank Indonesia, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp18.078 pada Kamis (30/7/2026). 

Posisi rupiah itu menguat 9 poin dari kurs sebelumnya di level Rp18.087 pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026.

Sementara perdagangan di pasar spothari ini hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp18.055 per dolar AS. 

Posisi itu menguat 56 poin atau 0,31 persen dari posisi sebelumnya di level Rp18.111 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 akan berada antara 4,8—4,9 persen. 

Proyeksi itu jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.

"Perlambatan ini dipicu tekanan dari tingginya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat (31/7/2026).

Sementara itu, angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2026 diprediksi akan berada di kisaran 4,9—5,1 persen. 

Proyeksi pertumbuhan setahun penuh itu juga berada di bawah target pemerintah yang mencapai 5,4 persen. Sementara pemeringkat S&P memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI sekitar 5 persen dari 2027—2029.

Seskab dan Kadin membahas penguatan sinergi pemerintah-dunia usaha, guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai respons atas tekanan global dan anjloknya nilai tukar rupiah.

Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjito mengundurkan diri, tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral.

Selain itu, pelaku pasar juga bersiap menyambut rilis data domestik penting pekan depan, termasuk data inflasi bulan Juli, data perdagangan bulan Mei, cadangan devisa dan PDB kuartal II-2026, serta Indek Kepercayaan Konsumen (IKK).

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp18.110-Rp18.160," ujarnya. (Yudha Prasetya)

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG Ungkap Wilayah Paling Berpotensi Alami Kekeringan saat Puncak Kemarau
• 17 jam lalu
0
thumb
Langkah Mudah Ubah Desil Bansos di Aplikasi, Simak Cara dan Syaratnya
• 46 menit lalu
0
thumb
Lesti Kejora Dukung Rizky Billar Polisikan Akun Penyebar Hoaks: Jangan Sampai Enggak Tegaan Lagi
• 8 jam lalu
0
thumb
Potret Bahagia Shenina Cinnamon dan Angga Yunanda yang Baru Dikaruniai Anak Pertama
• 15 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Masih Berpotensi Melemah, Ini Proyeksi dan Penyebabnya
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.