Kaiser Cancer Center Resmi Beroperasi di KEK ETKI BSD, Perkuat Deteksi Dini dan Pengobatan

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Kaiser Cancer Center resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ, BSD City.

Kaiser Cancer Center Resmi Beroperasi di KEK ETKI BSD, Perkuat Deteksi Dini dan Pengobatan. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Kaiser Cancer Center resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB SEZ, BSD City. Fasilitas ini hadir sebagai integrated women-centric cancer clinic yang menyediakan layanan kanker berstandar global melalui pendekatan Integrated Precision Oncology.

Terlebih lagi kasus kanker payudara di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kasus kanker payudara meningkat sekitar 860 ribu kasus, dari 1.080.031 kasus pada 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025.

Baca Juga:
Kesemutan Bisa Jadi Gejala Awal Kanker Tulang, Ini Penjelasan Dokter

Lonjakan tersebut mempertegas pentingnya upaya pencegahan, deteksi dini, hingga layanan kanker yang terintegrasi agar pasien memperoleh penanganan lebih cepat dan tepat.

Founder dan Managing Director Kaiser Cancer Center, dr. Adithia Kwee, mengatakan kehadiran Kaiser merupakan bagian dari upaya mendukung transformasi kesehatan nasional, khususnya dalam memperkuat layanan kanker di Indonesia.

Baca Juga:
Pfizer Gelontorkan Dana hingga Rp98 Triliun untuk Lisensi Obat Kanker Eksperimental dari China

"Sejalan dengan agenda transformasi kesehatan yang didorong oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kaiser Cancer Center hadir untuk mendukung penguatan kapasitas layanan kanker nasional, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga diagnosis, pengobatan, dan pendampingan pasien," kata Adithia dalam konferensi pers, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, layanan yang disediakan mencakup penilaian risiko (risk assessment), pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga pendampingan jangka panjang (survivorship). Kaiser juga didukung Multidisciplinary Team (MDT), teknologi precision medicine, serta akses terhadap ahli onkologi internasional.

Baca Juga:
Angka Kematian Kanker Payudara Ditargetkan turun 2,5 Persen per Tahun, Ini Rencana Kemenkes

Selain itu, Kaiser menjadi penyedia layanan kesehatan pertama di Indonesia yang menggunakan platform e-health Siemens Healthineers. Teknologi tersebut memungkinkan proses diagnosis lebih cepat, penyusunan terapi yang lebih akurat, serta layanan kanker yang terintegrasi dan berpusat pada kebutuhan pasien.

"Melalui layanan kanker yang terintegrasi, berstandar global, dan didukung teknologi medis terdepan, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan onkologi berkualitas di dalam negeri sekaligus mendukung upaya pemerintah mengurangi kebutuhan pasien Indonesia untuk mencari pengobatan ke luar negeri," lanjutnya.

Surgical Oncologist Kaiser Cancer Center, dr. I Gusti Ayu Nari Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk (K) menambahkan bahwa setiap pasien membutuhkan pendekatan terapi yang berbeda sesuai karakteristik penyakitnya.

"Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga terapi kanker tidak dapat disamaratakan. Perkembangan ilmu onkologi saat ini menuntut ketepatan diagnosis, kolaborasi multidisiplin, serta kemampuan menyusun terapi sesuai dengan karakteristik setiap pasien. Inilah mengapa kami mengedepankan pendekatan yang lebih personal dan terintegrasi agar setiap perempuan memperoleh penanganan yang tepat dan hasil klinis yang optimal,” katanya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan dan deteksi dini, Kaiser menjalin kolaborasi dengan Lovepink Indonesia, komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara. Kerja sama tersebut bertujuan meningkatkan edukasi kepada perempuan mengenai pentingnya mengenali kondisi tubuh, melakukan deteksi dini, serta memperoleh pendampingan sejak awal perjalanan penyakit.

Chairwoman Lovepink Indonesia, Dede Gracia, mengatakan setiap perempuan berhak mendapatkan kesempatan untuk mengetahui penyakitnya lebih awal agar memperoleh penanganan terbaik.

“Tidak ada perempuan yang benar-benar siap mendengar diagnosis kanker. Namun, setiap perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui lebih awal, mendapatkan penanganan terbaik, dan tetap memiliki harapan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak lebih banyak perempuan untuk berani mengenali tubuhnya, melakukan deteksi dini, dan percaya bahwa mereka tidak berjalan sendiri,” ujarnya. (Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terungkap, Cara Sadis Pemuda Habisi Wanita di Kos-kosan Grogol
• 16 jam lalu
0
thumb
Dorong Transformasi Satpol PP, Kemendagri Tekankan Pendekatan Humanis
• 12 jam lalu
0
thumb
Jadwal SIM Keliling Jumat 31 Juli 2026, Cek Lokasi Lengkap di 4 Kota
• 19 jam lalu
0
thumb
Harga BBM per 1 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax
• 38 menit lalu
0
thumb
Kepala HR Perusahaan Dipenjara karena Tak Setorkan Rp374 Juta Iuran BPJS Ketenagakerjaan
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.