Tujuh Perusahaan Pengguna Jasa Don Ritto dalam Kasus Eks Jampidsus Diperiksa Kejagung

tvonenews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak tujuh perusahaan diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Tim 9) yang diduga menggunakan jasa Don Ritto dalam penanganan perkara di Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Koordinator Tim 9 sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung Rudi Margono mengatakan pemeriksaan itu berkaitan dengan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Ia merinci perusahaan-perusahaan itu adalah PT Waskita Beton Mandiri, PT Argo Jaya, PT Inti Sumber Baja Sakti, PT Perwira Adhitama Sejati, PT Jasa Marga, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan PT Bandung Indah Gemilang.

"Ini perusahaan-perusahaan yang diduga kuat menggunakan jasa hukum yang terkait dengan diduga kuat Don Ritto dan kawan-kawan," katanya di Gedung Kejagung pada Kamis (30/7/2026).

Koordinator Tim 9 sekaligus Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung Rudi Margono (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Sumber :
  • ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Selain itu, Rudi mengatakan tim penyidik hingga kemarin telah memeriksa 24 orang saksi.

Sebelumnya, Polri menetapkan Don Ritto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam proses penanganan hukum oleh penyelenggara negara pada perkara PT Asabri periode 2020–2024.

Usai penanganan perkara tersebut dialihkan ke Kejaksaan Agung, Don Ritto menjalani penahanan di Rutan Kejaksaan Agung.

Sementara itu, dalam penyidikan kasus dugaan TPPU yang ditangani Kejaksaan Agung, Rudi Margono mengatakan bahwa Don Ritto masih berstatus saksi.

Adapun dalam kasus dugaan TPPU, tim penyidik telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu Febrie Adriansyah selaku mantan Jampidsus dan Nurman Herin selaku pihak swasta.

Pengusutan perkara ini berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk kasus dugaan TPPU bernomor Print-03/F.2/Fd.2/07/2026 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Juli 2026.

Sprindik baru itu diterbitkan usai pihak Kejagung menerima berkas perkara serta barang bukti berupa emas 74 kilogram dan uang valuta asing senilai ratusan miliar dari Polri. (ant)

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pikap Pengangkut Tahu Tabrak Truk di Tol Cipularang, 2 Orang Tewas
• 14 jam lalu
0
thumb
Terima Data dari Kejagung, BGN Usut 5.355 SPPG Diduga Lakukan Pelanggaran
• 8 jam lalu
0
thumb
Mendagri Dorong Percepatan Integrasi E-Government agar Penyaluran Bansos Lebih Akurat
• 4 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN soal Putusan MK: Anggaran MBG Urusan Kemenkeu
• 1 jam lalu
0
thumb
Unai Emery Antusias Hadapi Indonesia All Stars, Aston Villa Siap Tampil Maksimal di GBK
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.