Presiden Prabowo Subianto belum memutuskan nama calon gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diajukan ke DPR. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, kepala negara masih menyiapkan kandidat definitif untuk mengisi posisi tersebut pascamundurnya Perry Warjiyo pada Senin (27/7) lalu.
“Sampai hari ini Bapak Presiden belum memutuskan untuk mengajukan ke DPR calon gubernur BI definitif,” kata Prasetyo kepada wartawan dalam perjalanan dari Batang, Jawa Tengah, menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer pada Kamis (30/7).
Dia mengungkapkan, Prabowo memiliki kriteria khusus dalam menentukan calon pemimpin bank sentral nasional. Menurutnya, Prabowo mengutamakan sosok yang memiliki "jiwa Merah Putih" sebagai syarat utama untuk menakhodai BI.
“Yang wajib adalah Merah Putih,” ujar Prasetyo.
Adapun pucuk pimpinan BI saat ini duduki oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, yang ditunjuk menjadi pejabat sementara gubernur BI.
Presiden Prabowo pun hari ini kembali menegaskan Destry Damayanti sebagai sosok sementara yang memimpin BI. Kepala negara menyampaikan hal itu saat berpidato dalam acara akad massal 62 ribu unit KPR bersubsidi di 36 provinsi yang berlangsung di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7) siang.
Awalnya, Prabowo mengoreksi sambutan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait. Maruarar dalam kesempatan itu masih menyebut Destry sebagai deputi gubernur senior BI. Presiden kemudian meluruskan bahwa Destry telah menjalankan tugas sebagai pejabat sementara gubernur BI.
"Menteri Perumahan salah tadi. Bukan. Ibu Destry sekarang adalah pejabat gubernur sementara, PGS singkatannya," kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Setelah meluruskan jabatan Destry, Prabowo kemudian menyinggung peluang untuk menjadi gubernur BI definitif. Di hadapan para tamu undangan, Prabowo melempar pertanyaan mengenai kelayakan Destry untuk melanjutkan kepemimpinan di bank sentral.
"Kayaknya gimana? Oke enggak (Destry)? Terserah DPR nanti," ujar Prabowo.





Komentar (0)