WARSAWA, KOMPAS.TV - Gelombang serangan rudal balistik dan drone Rusia dilaporkan kembali mengguncang Ukraina, menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk anak-anak, serta melukai puluhan lainnya, Kamis (30/7/2026).
Di saat yang sama, situasi memanas setelah sebuah rudal jelajah Rusia melintasi wilayah udara Polandia, memaksa NATO mengerahkan jet tempur untuk merespons insiden tersebut.
Serangan besar-besaran itu menjadi salah satu gempuran terbesar Rusia dalam beberapa waktu terakhir.
Ukraina menilai serangan tersebut memanfaatkan menipisnya stok rudal pencegat Patriot. Sementara masuknya rudal ke wilayah Polandia meningkatkan kekhawatiran perang dapat meluas ke negara anggota NATO tersebut.
Dalam gempuran terbaru ini, Rusia dilaporkan meluncurkan lebih dari 70 rudal—sebagian besar merupakan rudal balistik—serta lebih dari 280 drone serang.
Baca Juga: Rusia Gempur Seluruh Ukraina dari Timur ke Barat, 7 Orang Tewas
Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, sistem pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat lebih dari 260 drone.
Menurut laporan Associated Press, serangan yang melanda sedikitnya 10 wilayah di Ukraina tersebut menewaskan sedikitnya sembilan warga sipil dan melukai lebih dari 50 orang lainnya.
Korban tersebar di beberapa daerah, seperti Dnipropetrovsk, Kyiv, Lviv, Poltava, hingga Kherson.
Anak-anak turut menjadi korban jiwa dalam insiden ini, termasuk tiga anak berusia 6, 11, dan 17 tahun di wilayah Kryvyi Rih.
Gempuran Rusia menghancurkan serta merusak puluhan rumah, fasilitas bisnis, dan infrastruktur penting.
Di ibu kota Kyiv, lebih dari 56.000 warga terpaksa mengungsi dan berlindung di stasiun-stasiun kereta bawah tanah (subway) sepanjang malam.
Zelenskyy mengungkapkan, di Kryvyi Rih, hantaman rudal balistik meratakan sebuah rumah warga hingga hancur berkeping-keping.
Baca Juga: Zelenskyy Tuding Rusia Gandeng Korea Utara Tambah Kekuatan Perang
Serangan itu menewaskan pasangan suami istri beserta anak-anak mereka, sementara dua anak lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup dari balik reruntuhan.
Eskalasi serangan ini terjadi dua hari setelah Zelenskyy bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan perwakilan perusahaan pertahanan AS di Washington.
Dalam pertemuan tersebut, Ukraina kembali mendesak percepatan dan peningkatan pengiriman sistem pertahanan udara Patriot menyusul gelombang serangan rudal balistik Rusia yang terus meningkat.
Zelenskyy mengatakan kekurangan rudal pencegat dari negara-negara sekutu kini menjadi tantangan paling mendesak dalam melindungi warga sipil dari serangan udara Rusia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- Rusia
- Ukraina
- Perang Rusia Ukraina
- NATO
- Polandia
- Serangan Rusia






Komentar (0)