NEW YORK, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kamis (30/7/2026), mengungkapkan keprihatinannya karena Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling serang. Guterres menyerukan kedua pihak berhenti berkonflik dan kembali ke meja diplomasi.
Guterres khawatir konflik di Timur Tengah akan meluas jika AS dan Iran tidak segera menghentikan pertempuran. Sekjen PBB meminta AS dan Iran kembali berdialog seperti yang diserukan mediator.
"Sekretaris Jenderal khawatir jika para pihak tidak kembali berunding, kita akan memiliki konflik yang meluas dan ini kelihatanyya terjadi beberapa jam terakhir," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq, dikutip Al Jazeera.
"Ini bukan perkembangan yang positif dan beliau ingin memastikan para pihak berhenti bertempur dan kembali ke upaya diplomatik, termasuk upaya mediasi yang didorong oleh Pakistan, Qatar, dan lain-lain."
Baca Juga: Pertahanan Udara Yordania Tembak Jatuh 5 Rudal yang Diluncurkan dari Iran
Eskalasi konflik AS dan Iran semakin memanas usai Washington bersama Arab Saudi mengebom milisi yang disokong Teheran di Irak, Rabu (29/7/2026).
Serangan AS dan Arab Saudi tersebut dilaporkan menewaskan 20 kombatan. Enam penasihat asal Iran juga tewas dalam serangan gabungan tersebut.
Militer Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Yordania. Otoritas Yordania menyatakan Iran menyerang negaranya dua hari berturut-turut.
Pada Kamis (30/7/2026), militer AS dilaporkan kembali menyerang Iran. Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan AS menyerang Pulau Qeshm di Selat Hormuz dan menewaskan tiga orang.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al Jazeera, The Associated Press
- perang iran
- sekjen pbb
- iran
- perundingan as iran
- AS serang Iran
- Antonio Guterres






Komentar (0)