"Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha lempar sebisanya, tetapi ternyata dari lemparan sebisanya itu malah pecah rekor di sini. Tentunya saya senang dan masih engga expect," tutur Kadek.
Ada dua kendala yang dirasakan Kadek sebelum perlombaan. Pertama, Ia merasakan perjalanan yang sangat lama dari Indonesia menuju Meksiko. Kedua, makanan yang ada di Meksiko ternyata kurang cocok di lidahnya.
"Kendala yang pertama solusinya istirahat yang banyak. Untuk yang kedua, kita membawa bekal makanan dari Indonesia. Jadi, dua kendala itu bisa kita atasi," jelas Kadek. Baca juga: Indonesia Borong 15 Emas di World Para Athletics Grand Prix 2026 Meksiko Pecahkan Rekor Asia Sementara, Nanda Mei Sholihah juga berhasil meraih hasil memuaskan dengan memecahkan rekor Asia di nomor 100 meter klasifikasi T45/46/47.
"Sebenarnya yang menjadi lawan terberat justru diri sendiri karena melawan rasa takut. Tetapi dengan persiapan yang cukup matang, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan," kata Nanda.
Keberhasilannya memecahkan rekor Asia di nomor 100 meter dan memecahkan rekor pribadi saat turun di nomor 200 meter membuat Nanda lebih bersemangat menuju Asian Para Games 2026 Jepang mendatang.
"Target selanjutnya di Asian Para Games 2026. Saya mengikuti tiga nomor, di 100 meter, 200 meter dan relay. Harapan saya, lebih semangat lagi, bisa mencapai target pribadi, bahkan mimpinya bisa memecahkan rekor-rekor yang sudah ada," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)





Komentar (0)