Hacker Asal Demak Meretas Ratusan Website Sekolah-Universitas untuk Judol

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Direktorat Reserse Siber (Ditresiber) Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar praktik peretasan ratusan situs web sekolah dan universitas yang digunakan untuk judi online (judol). Para pelaku meraup untung hingga Rp500 juta dari praktik tersebut.

Kombes Pol Bimo Aryinto Dirresiber Polda Jatim mengatakan pelaku dalam kasus ini berinisial AAK warga Demak, Jawa Tengah yang meretas ratusan web lembaga pendidikan seorang diri.

“Tersangka itu melakukan peretasan atau menguasai akun yang memang ini targetnya adalah milik sekolah atau universitas,” ujar Bimo dalam konferensi pers di Polda Jatim, Kamis (30/7/2026).

Kombes Pol Bimo Aryinto Dirresiber Polda Jatim saat konferensi pers kasus peretasan ratusan website pendidikan untuk judi online, Kamis (30/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Modus yang dilakukan tersangka dalam melakukan aksinya adalah memanfaatkan celah di website tersebut, kemudian menyisipkan file ke dalam situs sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem keamanan.

“Modusnya tersangka memanfaatkan celah kelemahan pada website milik orang lain, atau yayasan, atau perguruan, atau sekolah, lalu menyisipkan file yang menyebabkan kerusakan pada sistem keamanan,” jelasnya.

Dengan rusaknya sistem keamanan website tersebut, tersangka kemudian mencuri dan menguasai data lalu lintas internet yang kemudian dijual dalam forum bernama SX Market.

Dari seluruh proses itulah kemudian berbagai website sekolah dan universitas di Jatim keluar promosi judi online saat diklik oleh pengguna. Bimo menyebut, alasan pelaku menyasar website sekolah atau universitas karena sering dikunjungi.

“Lalu kemudian akun atau domain atau subdomain tersebut keluar promosi perjudian,” katanya.

Berdasarkan hasil pendataan Polda Jatim, pelaku berhasil membobol 80 website sekolah, 20 website universitas, 13 website pemerintahan dan 147 website swasta dalam negeri.

“Untuk tersangka, dia menjual hasil dari illegal access itu melalui Telegram, yaitu ada akun Telegram dengan nama akun S-X MARKETS. Dan ada dark web yang lain-lainnya yang memang sedang kami pengembangan untuk bisa menelusuri adanya pelaku-pelaku lainnya,” tuturnya.

Bimo juga membeberkan bahwa latar belakang tersangka bukan seorang pakar IT, namun seorang karyawan swasta yang belajar peretasan secara otodidak sejak tahun 2023.

Kemudian setiap situs yang diretas dijual seharga Rp100 ribu hingga Rp1 juta, dengan estimasi keuntungan kumulatif mencapai Rp 200 juta sampai Rp 500 juta.

“Kalau untuk background dari yang bersangkutan itu adalah karyawan swasta. Yang bersangkutan belajar IT juga otodidak,” jelasnya.

Sementara itu, Bambang Eko Nugroho Biro Hukum Universitas PGRI Madiun mengatakan, akibat ulah tersangka yang meretas website kampus sangat mengganggu aktivitas akademis, terutama akses pengunggahan jurnal oleh para dosen.

“Kerugian materiil itu pada dosen-dosen masing-masing. Karena masing-masing juga memiliki hak untuk melakukan pengaksesan. Dan itu merupakan nilai-nilai tersendiri di dalam upload jurnal tersebut, ya,” ucapnya.

Sementara itu barang bukti yang disita berupa 1 unit telepon seluler, akun dompet digital DANA, rekening bank Danamon dan Mandiri, serta beberapa akun media sosial dan Telegram yang digunakan untuk bertransaksi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 332 Ayat (1) dan/atau Pasal 332 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun.(wld/bil/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PWI Berdamai, MIO Pilih Pertahankan Laporan Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
• 22 jam lalu
0
thumb
Jasa Raharja Apresiasi Pengemudi Ojol di Bali yang Batalkan Perjalanan karena Penumpang WNA Menolak Memakai Helm
• 23 jam lalu
0
thumb
Korban Tewas Akibat Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 28 Orang
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemadaman Karhutla Terus Berlangsung di Kubu Raya Saat Status Siaga
• 12 jam lalu
0
thumb
Viral Kakek di Lebak Ikat Perut Pakai Tali demi Tahan Lapar saat Jualan Kangkung
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.