JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya.
Sementara puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus hingga September 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam konferensi persnya hari ini, Kamis (30/7/2026) menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih kering dari normal pada tahun ini.
Sementara itu, memasuki bulan Oktober hingga November curah hujan kategori tinggi diperkirakan muncul di beberapa wilayah di Indonesia.
BMKG juga menyebut per 28 Juli, terdapat 4.900 titik panas yang tersebar di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.
Titik panas perlu diwaspadai, terutama saat puncak musim kemarau, sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga tengah menyiapkan modifikasi cuaca untuk memitigasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan, yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Jumat 31 Juli 2026: Bibit Siklon Tropis 94W Tingkatkan Potensi Hujan
#bmkg #musimkemarau #karhutla #cuacapanas
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- bmkg
- el nino
- musim kemarau
- karhutla
- mitigasi karhutla
- kekeringan






Komentar (0)